Rohil

TPA Kelebihan Kapasitas, Kadis LH Rohilr Minta Maaf kepada Warga

Redaksi Redaksi
TPA Kelebihan Kapasitas, Kadis LH Rohilr Minta Maaf kepada Warga
ist/diskominfotiksrohil

BERKABAR.COM - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Jalan Lintas Pesisir Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, kini menghadapi kondisi kritis. Timbunan sampah telah melampaui kapasitas hingga menutup ruas jalan dua jalur menuju lokasi TPA, mengganggu kenyamanan warga, dan bahkan sempat memicu kebakaran.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir, Suwandi secara terbuka meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas kondisi tersebut. Ia menyebut penyebab utamanya adalah kerusakan seluruh armada alat berat yang dimiliki DLH secara bersamaan.

"Atas kondisi ini, kami atas nama Pimpinan Dinas Lingkungan Hidup menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat karena saat ini pengelolaan sampah belum bisa maksimal kami lakukan. Ini bukan kesengajaan, akan tetapi adanya kendala," ujar Suwandi, belum lama ini.

DLH Rohil memiliki empat unit alat berat yang beroperasi di TPA, yakni dua unit PC 200, satu unit PC 75, dan satu unit doser. Namun keempatnya mengalami kerusakan dalam waktu yang hampir bersamaan sehingga pengelolaan sampah menjadi lumpuh.

"Kita ada 4 unit alat berat, dua PC 200, satu PC 75 dan satu doser, keempatnya mengalami kerusakan. Untuk memastikan pengelolaan tetap berjalan kami menyewa alat berat dari swasta. Kerusakan itu akan coba kami perbaiki dalam anggaran APBD-P nanti," kata Suwandi.

Kondisi TPA yang over kapasitas tidak hanya merusak estetika kawasan Jalan Lintas Pesisir dan Kompleks Perkantoran Pemkab Rohil, tetapi juga menjadi gangguan serius bagi pengguna jalan. Bau menyengat dilaporkan tercium saat melintas di lokasi tersebut. Lebih mengkhawatirkan, tumpukan sampah yang berserakan di sejumlah titik diduga menjadi penyebab kebakaran yang terjadi, dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh warga.

Dalam sehari, Kecamatan Bangko saja menghasilkan sekitar 80 ton sampah. Volume sebesar itu membutuhkan penanganan mekanis yang cepat menggunakan alat berat - sebuah kondisi yang kini justru menjadi titik lemah DLH Rohil.

Sebagai langkah sementara, DLH menyewa alat berat dari pihak swasta guna menjaga agar operasional TPA tidak sepenuhnya terhenti. Adapun perbaikan alat berat milik daerah direncanakan dianggarkan melalui APBD Perubahan (APBD-P).

DLH Rohil juga menyampaikan harapannya agar anggota DPRD Kabupaten Rohil turut mendorong pengadaan alat berat baru. Langkah itu dinilai penting untuk memaksimalkan pengelolaan sampah di sejumlah TPA yang tersebar di berbagai kecamatan di wilayah tersebut.

Suwandi menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam dan terus berupaya memulihkan layanan persampahan secepatnya. "Kami tetap berupaya bagaimana pengelolaan sampah ini bisa kami lakukan kembali dengan baik," pungkasnya.(rlsdiskominfotiksrohil)

Penulis: Redaksi

Editor: Ekas