Pekanbaru

Lahan Terbakar, Polda Riau Tetapkan PT DSI Sebagai Tersangka

Redaksi Redaksi
Lahan Terbakar, Polda Riau Tetapkan PT DSI Sebagai Tersangka
rtc/net

berkabar.com - Kepolisian Daerah Riau telah menetapkan PT Duta Swakarya Indah (DSI) sebagai tersangka Karhutla. Terdapat dua tersangka dalam perusahaan sawit yang beroperasi di Kabupaten Siak itu.

Hal tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi terkait adanya korporasi yang menjadi tersangka dalam perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau sepanjang 2020 ini.

"PT DSI di Siak," ujarnya kepada riauterkini.com, Rabu (08/07/20).

Meski begitu, Sunarto masih hemat bicara terkait siapa dua tersangka dalam korporasi itu. Ia hanya menjelaskan saat ini perkara tersebut statusnya masih dalam penyidikan dengan luas lahan terbakar seluas 9,41 hektar.

Sementara, selain dua tersangka dari korporasi itu, Polda Riau juga mencatat ada 58 tersangka lain yang berasal dari perorangan. Sehingga jumlah tersangka yang kini ditangani Polda Riau berjumlah 60 tersangka dari 51 kasus. Sedangkan luas lahan yang terbakar totalnya mencapai 242 hektar.

Dirinci Sunarto, seluruh kasus dan tersangka itu tersebar di jajaran Polda Riau. Seperti Polres Rokan Hilir menangani 8 kasus dengan 9 tersangka. Luas lahan terbakar 28 hektar. Polres Indragiri Hilir ada 9 kasus, dan sudah dilimpahkan ke jaksa.

"Polres Indragiri Hilir sudah memproses tahap I sebanyak 1 kasus, tahap II ada 7 kasus. Dan satu kasus sudah dinyatakan lengkap atau P21," terang Sunarto.

Selanjutnya Polres Indragiri Hulu menangani dua kasus, dengan empat tersangka. Luas lahan terbakar 7,5 hektar dan dua kasus tahap II.

Kemudian Polres Pelalawan, menangani dua kasus, dan terdapat dua tersangka. Dengan luas lahan terbakar 4,5 hektar. Di Pelalawan, ada 1 kasus yang masih disidik, dan 1 lagi sudah tahap II.

Lalu, Polres Rokan Hulu menangani 13 kasus dengan 15 tersangka, dengan luas lahan terbakar 36,325 hektar. Satu kasus di Rokan Hulu sudah sidik. Dengan total kasus 12 tahap II.

"Sedangkan Polres Bengkalis menangani 12 kasus, dengan 13 tersangka. Luas lahan terbakar seluas 142,83 hektar. Dari jumlah itu, ada 8 kasus yang sudah diproses hingga tahap II dan 3 kasus sudah P21," jelas Sunarto.

Kemudian, di Polres Siak menangani tiga kasus, dengan 4 tersangka. Tiga kasus di antaranya sudah tahap II. Sedangkan luas lahan terbakar 7 hektar.

Sementara untuk Polres Kepulauan Meranti menangani 4 kasus, dengan 9 tersangka. Dari jumlah itu, proses tahap II sebanyak 4 kasus dan satu kasus P21. Luas lahan terbakar 2,03 ha.

Terakhir Polresta Pekanbaru, menangani empat kasus, dan empat tersangka. Dengan luas terbakar 1,065 hektar dan tiga kasus tahap II.

"Di seluruh Riau, saat ini sudah 42 kasus mencapai tahap II," pungkas Perwira Menengah jebolan Akpol 1992 itu.

Praktisi Hukum Nilai Janggal Jika Kebakaran Lahan di PT AA tak Diproses Hukum
Terkait lambannya penanganan peristiwa Karlahut yang terjadi di areal Konsesi PT Arara Abadi ( Anak Perusahaan Sinar Mas Group), Ahad (28/6/2020) pekan lalu, membuat sejumlah kalangan angkat bicara, mulai dari anggota dewan, Pemerhati lingkungan juga praktisi hukum.

Munculnya berbagai tanggapan dikarenakan, sepekan kejadian namun belum ada tindakan hukum yang jelas. Sementara berkaca dari beberapa kejadian karlahut yang menimpa beberapa perusahaan di Pelalawan, saat itu juga terlihat kasak kusuknya semua pihak turun ke lapangan.

Apul Sihombing SH, MH praktisi hukum yang juga seorang Pengacara di Kabupaten Pelalawan Kepada Riauterkini.com Senin (06/07/20) mengingatkan pihak Polres Pelalawan hendaknya harus bersikap tegas terhadap peristiwa Kebakaran Lahan dan hutan yang terjadi di Wiliayah hukum Kabupaten Pelalawan.

"Ini mengacu kepada perintah lansung Presiden RI bapak Jokowidodo saat HUT Bayangkara ke 73, agar setiap peristiwa karlahut harus diusut tuntas secara maksimal tanpa pandang bulu siapa yang terlibat," ujarnya.

Lanjut Apul, terkait kejadian karlahut yang terjadi di lahan konsesi PT Arara Abadi, kepada penengak hukum untuk tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum apalagi terkait persoalan kebakaran lahan dan hutan.

"Jika memang persoalan ini tidak di gubris kita akan mengirimkan surat ke presiden Jokowi melaporkan persoalan ini," ucap Apul Sihombing MH, yang juga ketua Bravo 5 Kabuapten Pelalawan ini.

Sebelumnya di ketahui, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau, Ahad (28/06/20). Akibat peristiwa ini, Pelalawan kembali membara, asap hitam mengepul di kecamatan Bunut.

Menurut Kepala Desa Merbau, Edi Maskur, yang tengah berada di lapangan menyebutkan lokasi Karhutla ini berada di dekat Tanaman Kehidupan (TNK) PT Arara Abadi tepatnya di Desa Merbau.

"Karhutla diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, di TNK Arara Abadi, akibat kebakaran ini terjadi asap pekat membumbung tinggi ke langit," terang Edi Maskur.

Penulis: Redaksi

Editor: Iwan

Sumber: riauterkini


Tag:KarhutlaKarlahutPT AAPT Duta Swakarya Indah