Berkabar.com - Walikota Dumai, Zulkifli AS mengatakan bahwa pertumbuhan investasi sektor industri dan pelabuhan saat ini cukup menggeliat di Kota Dumai. Tentu semua itu cukup potensial jika Dumai membuka peluang ini.
"Pertumbuhan industri di daerah ini cukup meningkat pesat. Ditambah lagi kondisi pelabuhan yang dimilik sangat mendukung kelancaran transportasi bagi pelaku industri menjalankan usahanya," katanya.
Terlepas dari hal itu, semua itu juga berkat dukungan dan kemaksimalan Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Dumai, dalam memberikan perizinan kepada pelaku usaha yang menanamkan modalnya ke Dumai.
"Agar berjalan sesuai harapan dan demi proses pembangunan daerah semakin maju tentunya instansi pemberi izin bisa memaksimalkan perannya dalam membuka peluang investasi bagi pelaku usaha," kata Zulkifli AS.
Orang nomor satu di Kota Pelabuhan dan Industri menginginkan peran kota Dumai dalam menghadapi kawasan Ekonomi Asean berjalan dengan baik. Dan tidak menjadi penonton dikampungnya sendiri ketika semua itu diberlakukan.
"Bagi yang berencana masuk supaya kita undang untuk segera masuk. Tim yang ada bisa berlaku bijak dalam perizinan dan bidang lainnya akan menjadi tuan rumah yang baik dengan memberikan pelayanan untuk berinvestasi," jelasnya.
Sesuai data yang diperolehnya, kata dia, di Kota Dumai ini sudah terdapat banyak industri pengolahan minyak kelapa sawit, pupuk, semen dan banyak lagi. Semua itu berdiri kokoh di sepanjang bibir laut Dumai.
"Jumlah investasi yang ada di Kota Dumai ini nilainya sudah mencapai triliuan rupiah. Untuk terus meningkatkan investasi itu tentunya harus didukung saranan pelayanan publik yang maksimal dan tepat waktu," urainya.
Kemudian mengenai masalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kata dia, memang seluruh wilayah di Riau sedang menghadapai masalah ini. Tapi semuanya harus bisa optimis dapat meningkatkan jumlah investasi.
Sementara Kepala BPTPM Kota Dumai, Hendri Sandra, mengatakan sesuai dengan nilai investasi yang masuk di Kota Dumai 2 tahun terakhir ini jumlahnya mencapai di angka Rp 26.8 Triliun Rupiah.
"Sebelumnya nilai investasi sesuai dengan data hanya berjumlah Rp 20,8 Triliun, namun salah satu kawasan kembali menanamkan investasinya sebesar Rp 6 triliun. Jadi total nilai investasi mencapai Rp 26,8 Triliun," katanya.
Namun sangat di sayangkan sekali investasi ini belum bisa diakomodir, karena terganjal dengan RTRW Riau yang belum disahkan. Tapi pihaknya optimis jika yang sudah masuk itu akan terus meningkat kembali.
"Sesuai dengan julukan kota Dumai sebagai kota industri para investor lebih banyak melirik untuk berinvestasi di sektor Refeneri. Kami sendiri memberikan kemudahan bagi calon investor untuk mendapatkan perizinannya," katanya.***
Penulis: Redaksi