Berkabar.com - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan berjanji akan kembali menelusuri kasus dugaan pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa lalu. Salah satunya, kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir.
Budi Gunawan mengakui dalam kasus kematian Munir memang adanya ketidakjelasan terkait kasus yang terjadi pada tahun 2004 tersebut.
"Kasus Munir kan belum jelas. Siapa yang melakukan dan sebagainya," kata BG di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/9).
Budi berjanji kasus yang menimpa Munir tak akan terulang setelah dia menjabat sebagai Kepala BIN. Untuk merealisasikan janjinya ini, dia akan meningkatkan sejumlah aspek di dalam tubuh lembaga telik sandi.
"BIN ke depan agar diisi orang yang super, spesialis, kompeten di bidang intelijen. Sesuai sifat penugasan," jelasnya.
Seperti diketahui, 7 September 2004, Munir meninggal dunia dalam perjalanan di pesawat menuju Belanda. Perjalanan Munir ke Negeri Kincir Angin itu untuk melanjutkan studi S2 di Universitas Utrecht, Belanda. Dia ditemukan tak bernyawa di kursi pesawat 2 jam sebelum pesawat mendarat di Amsterdam. Kemudian diketahui Munir meninggal karena diracun.
Sumber: merdeka
Penulis: Redaksi