Berkabar.com - Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mewacanakan kepemilikan kartu pintar (smart card) bagi tiap jiwa warga setempat dalam waktu tidak lama lagi.
"Saat ini Pemerintah Kota Pekanbaru sedang merancang satu juta kartu pintar yang akan diluncurkan tahap awal," kata Kepala Bagian Pembangunan Setda Pekanbaru Firman Eka Putra di Pekanbaru, Kamis.
Firman Eka Putra menjelaskan kedepan Pekanbaru akan menuju "smart city" atau kota pintar. Sehingga perlu ditawarkan sebuah konsep kepemilikan satu kartu bagi satu jiwa untuk bisa melayani semua keperluan.
"Dari satu kartu yang dimiliki masyarakat bisa memperoleh semua layanan baik keuangan maupun layanan publik lainnya seperti kesehatan, e-ktp, parkir, pendidikan dan sebagainya," kata Eka sapaan akrabnya.
Eka menyebutkan Pemko menamai layanan satu kartu itu dengan kartu pintar.
Menurut dia kedepan ada dua layanan yang akan diposting kedalam satu chip kartu yang akan disediakan yakni non banking dan banking.
Menurut dia ini sebagai upaya untuk percepatan penerapan kota pintar (smart city) di Pekanbaru, tujuannya memberikan akses pelayanan yang cepat, murah dan mudah. Sehingga akan ada pemangkasan birokarsi.
"Kesimpulan perlu dukungan infrastruktur, regulasi, SDM, penyiapan sistem yang mapan, infrastruktur," kata dia.
Ia bahkan yakin penerapan kartu pintar di Pekanbaru, akan diminati masyarakat, karena penggunaan kartu akan banyak memangkas jalur administrasi.
"Sebenarnya, kartu pintar sebelumnya sudah digunakan. Hanya saja, masih khusus untuk pembelian tiket bus Trans Metro Pekanbaru (TMP). Itu pun kurang mendapat respon dari masyarakat Pekanbaru," katanya lagi dilansir dari antarariau.
Untuk merealisasikan ini, Pemko Pekanbaru akan menggandeng bank Indonesia dan 10 bank pemerintah dan swasta sebagai mitra dan link.
"Memang butuh investasi besar untuk penyediaan alat namun diharapkan dengan berkerjasama dengan dunia perbakan yang sudah lebih dahulu menerapkan sistem kartu maka tidak mustahil hal ini akan terealisasi," katanya optimis.
Ditempat yang berbeda Asisten II Bidang Ekonomi Kota Pekanbaru Dedy Gusriadi, menjelaskan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pekanbaru saat ini sudah memiliki layanan berbasis internet, namun belum terintegrasi.
Makanya menuju kota pintar selanjutnya layanan ini akan dikembangkan dan diintegrasikan agar bisa link ke semua hingga Wali Kota bisa mengetahui informasi wilayahnya lewat smartphone.
(rdk/frc)
Penulis: Redaksi