Nasional

Jokowi Minta Pemda Cegah Perang Suku di Sekitar PT Freeport

Redaksi Redaksi
Jokowi Minta Pemda Cegah Perang Suku di Sekitar PT Freeport

Berkabar.com - Presiden Joko Widodo menyoroti perang suku di Papua yang beberapa waktu terakhir kembali marak terjadi.

Staf Khusus Presiden Bidang Papua, Lenis Kagoya mengatakan, Presiden memerintahkan kepala daerah untuk langsung turun ke lapangan menyelesaikan persoalan yang terjadi sebelum semakin membesar dan berujung pada perang suku.

"Sebelum terjadi perang, Presiden meminta pemerintah daerah terjun ke lapangan untuk mengawasi dan membina masyarakat," ujar Lenis usai bertemu Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/9).

Sebab, pemerintah daerah yang dianggap paling mengetahui sesuatu di daerahnya masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Lenis sekaligus melaporkan kepada Presiden bagaimana upayanya meredam konflik horizontal di Papua.

"Koordinasi saya dengan TNI-Polri sangat baik. Jadi saya sudah berkoordinasi dengan Kapolri dan Panglima untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik," ujar Lenis.

Emas jadi pemicu

Lenis mengatakan, perang suku baru-baru ini terjadi di Mimika dan Timika. Mereka bermukim di sekitar lokasi penambangan emas PT Freeport.

Menurut dia, perang suku itu terjadi turun temurun. Masyarakat memiliki aturan tak tertulis bahwa setiap satu orang dari anggotanya yang terbunuh, maka harus 'dibayar' dengan nyawa seorang anggota suku seberang.

"Jika tidak, satu nyawa yang terbunuh itu dibayar Rp 1 miliar," ujar Lenis.

Masyarakat mengumpulkan uang untuk membayar uang tebusan untuk satu nyawa itu. Masyarakat mencari uang dengan mendulang emas di lokasi sekitar penambangan PT Freeport.

"Saat mendulang emas itulah, masyarakat dari kedua suku ini bertemu kembali dan di sana terjadi gesekan. Maka terjadilah lagi perang suku," ujar Lenis.


Sumber: kompas

Penulis: Redaksi


Tag:JokowiPT FreeportPerang Suku