Internasional

Kapal Dibajak kelompok Bersenjata Filipina "Abu Sayyaf" Membandel

Redaksi Redaksi
Kapal Dibajak kelompok Bersenjata Filipina "Abu Sayyaf" Membandel

Berkabar.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut, perusahaan pemilik kapal yang dibajak kelompok bersenjata Filipina, bandel.

Sebab, Kementerian Perhubungan sebelumnya sudah melarang kapal-kapal untuk melintas di Perairan Sulu, tempat di mana para perompak sering beraksi.

"Ya sebetulnya kan ada larangan. Mereka bandel saja," ujar Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (29/6).

Ryamizard tidak mengetahui mengapa perusahaan-perusahaan pemilik kapal itu mengabaikan larangan dan nekat melintas di perairan tempat para pembajak beraksi.

Oleh sebab itu, dalam waktu dekat, ia akan memanggil para pemilik perusahaan yang kapalnya melintas di perairan Sulu bersama-sama Menteri Perhubungan Ignatius Jonan.

"Bersama Kemenhub, dan perusahaan yang punya-punya batu bara itu saya kumpulkan, saya arahkan. Jangan bandel lagi," ujar Ryamizard.

"Sebab percuma saja kalau bandel. Disuruh lewat yang aman, dia lewat yang enggak aman, ya kejadian lagi," lanjut dia.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh anak buah kapal (ABK) WNI kembali menjadi korban penyanderaan oleh kelompok bersenjata di perairan Sulu, Filipina Selatan, yang terjadi pada Senin (20/6).

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memastikan, kelompok itu adalah kelompok Abu Sayyaf. Selain membajak kapal, kelompok itu menyandera tujuh WNI dan meminta tebusan sebesar Rp 60 miliar.

Penyanderaan kali ini merupakan penyanderaan ketiga kalinya dalam empat bulan terakhir.

Sebelumnya, 10 WNI ABK kapal tunda Brahma 12 disandera kelompok Abu Sayyaf dan dibebaskan pada awal Mei 2016.

Kemudian, empat ABK kapal Tunda Henry juga disandera kelompok yang sama. Keempatnya dibebaskan pada pertengahan Mei 2016.

Sumber: kompas

Penulis: Redaksi


Tag:Abu Sayyafkelompok Bersenjata Filipina