Berkabar.com - Presiden Donald Trump berencana mengeluarkan perintah eksekutif untuk melakukan penyelidikan dagang AS dengan negara mitra. Hal ini untuk mengurangi defisit perdagangan AS dengan 16 negara, termasuk Indonesia. Indonesia berada di nomor urut 15 dengan surplus perdagangan sebesar USD 13 miliar terhadap Amerika Serikat.
Secara keseluruhan, defisit perdagangan AS mencapai USD 50 miliar atau setara dengan Rp 666,8 triliun, dan AS menyebut penyelidikan sebagai peringatan terhadap mitra dagang seperti China.
Dilansir AFP, nama Indonesia masuk dari 16 negara yang disebutnya curang, hingga menyebabkan defisit besar bagi AS. Selain itu, masih ada Kanada, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Irlandia, Italia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Korea Selatan, Swiss, Taiwan, Thailand dan Vietnam.
Pejabat teras pemerintahan menyebutkan Trump akan menerbitkan perintah eksekutif baru untuk menghapus penyebab dan biang keladi defisit perdagangan, langkah awal untuk mengubah seluruh retorika dagang secara nyata.
Perintah ini akan diterbitkan setelah hasil analisa yang dilakukan terhadap negara maupun produk selesai dilakukan. Hasil itu akan dilaporkan Menteri Perdagangan Wilbur Ross kepada sang presiden dalam waktu 90 hari.
Mereka juga akan mencari bukti-bukti kecurangan tersebut, seperti perilaku yang tidak pantas, wanprestasi kesepakatan dagang, lemahnya penegakan hukum, mekanisme keuangan dan masalah Organisasi Perdagangan Dunia yang rumit. "Semua itu akan menjadi dasar untuk membuat keputusan bagi pemerintahan," ujar Ross.
Namun, dari negara-negara yang masuk dalam daftar, China disebutnya sebagai biang keladi utama. Hasil itu juga disebutkan sebagai tembakan peringatan terhadap Beijing.
Pemerintah Indonesia tak tinggal diam atas tudingan Trump tersebut. Berikut respos pemerintah:
1. Wapres Jusuf Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menuduh Indonesia curang dalam perdagangan. Menurut JK, defisit atau surplus perdagangan itu biasa terjadi di semua negara. JK malah meminta Trump introspeksi diri sendiri.
"Trump mengatakan kita curang karena menyebabkan defisit, banyak negara yang defisit, tapi namanya perdagangan itu fair, kalau terjadi begitu Amerika harus introspeksi, kenapa kita kurang mengimpor barang dari Amerika, karena mereka mahal," kata JK dalam konferensi pers di Auditorium Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (4/4).
Indonesia berada di nomor urut 15 dengan surplus perdagangan sebesar USD 13 miliar terhadap Amerika Serikat. Indonesia saat ini mengekspor garmen, alas sepatu dan juga mesin-mesin ke AS.
"Dari 16 negara itu kita 15 itu biasa saja sebenarnya, ekspor kita ke Amerika 'kan di samping dulu ada 'oil and gas' sekarang ada garmen, alas sepatu dan ada juga mesin-mesin, sementara yang kita impor pesawat boeing, mesin-mesin, alat listrik, dan lain-lain," kata dia.
Oleh karena itu, Wapres menilai perdagangan bilateral Indonesia dengan Amerika terbuka dan tidak ada kecurangan, karena mereka juga defisit juga terhadap negara-negara lain.
"Dia tidak bisa mengatakan kalau Indonesia curang. Curang kenapa? kita tidak pernah paksa kan untuk beli barang Indonesia, tapi karena barang Indonesia baik dan murah, jadi mereka beli," ucap Wapres, menegaskan.
2. Bank Indonesia
Bank Indonesia (BI) menilai tuduhan Presiden Donald Trump bahwa Indonesia curang dalam berdagang dengan Amerika Serikat (AS) tidak tepat. Sebab, dari tiga indikator kecurangan perdagangan dari AS, tak satupun ada di Indonesia.
Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan, alasan pertama Indonesia tidak melakukan kecurangan ialah dari indikator surplus perdagangan yang mencapai USD 20 miliar terhadap Amerika.
"Indonesia surplusnya hanya sekitar USD 13 miliar," ujarnya saat ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/4).
Kedua, negara tertuduh curan disebut mempunyai neraca transaksi berjalan atau current account mengalami surplus. "Indonesia malah defisit USD 16,35 miliar atau 1,75 persen dari PDB, jadi tidak termasuk," tuturnya.
Ketiga, negara tertuduh sengaja melakukan intervensi untuk menurunkan nilai mata uang. Tujuannya agar produk ekspornya bisa lebih murah untuk masuk ke Amerika Serikat.
"Indonesia ini yang terjadi kalau sedang terjadi gejolak, BI intervensi untuk pengendalian pasar untuk mencegah Rupiah melemah. Yang disasar Trump, negara yang sengaja membuat lemah currencynya," jelasnya.
Namun, Mirza tetap meminta pemerintah untuk mewaspadai perkembangan keputusan oleh pemerintah Amerika Serikat. "Dari executive order itu 3 bulan lagi akan keluar report mengenai negara-negara yang dianggap Amerika melakukan unfair," katanya.
3. Menteri Perdagangan
Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengatakan akan melakukan inventarisasi komoditas ekspor Indonesia ke AS yang dinilai mengakibatkan nilai perdagangan AS menjadi defisit, namun di sisi lain Indonesia mengalami surplus.
"Itu kan baru statement. Kita ikuti apa langkah berikutnya. Kami sedang menginventarisasi komoditas yang diekspor ke Amerika. Apa saja yang berpotensi, kami buat daftarnya," kata Menteri Enggar.
Mendag pun telah meminta perwakilan Kementerian Perdagangan yang ada di Washington DC untuk memantau dan mengikuti perkembangan atas pernyataan Presiden Trump yang menilai Indonesia sebagai salah satu negara yang curang dalam hubungan perdagangan.
Sumber: merdeka
Penulis: Redaksi