Rohil

Wabup Rohil Sebut Tak Tahu dan Tak Dapat Undangan Pelantikan Pejabat, Sekda Nilai Terjadi Miskomunikasi

Redaksi Redaksi
Wabup Rohil Sebut Tak Tahu dan Tak Dapat Undangan Pelantikan Pejabat, Sekda Nilai Terjadi Miskomunikasi
ist/rpg/jpn/net

BERKABAR.COM - Puluhan pejabat administrator, pengawas dan kepala puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dilantik, Selasa (21/4/2026) di Bagansiapiapi. Terdapat sebanyak 43 pejabat yang dilantik terdiri dari camat, sekretaris dinas/OPD, sekretaris kecamatan, kabag, kasi hingga kepala UPT puskesmas.

Menariknya Wabup Rohil Jhony Charles terkait kegiatan tersebut mengaku tidak tahu serta tak mendapatkan undangan. "Saya tadi lihat kantor sunyi, ternyata banyak pegawai tak di tempat. Saya cek ke kota, pas lewat kantor BPKAD ramai. Ternyata ada pelantikan," ujarnya.

Dirinya mengaku sempat heran dengan adanya kegiatan tersebut dan memastikan dengan bertanya kepada salah seorang personel Satpol PP yang bertugas pada saat itu. "Ya dibenarkan ada pelantikan, saya mau turun nanti khawatir terjadi hal yang tak diinginkan, saya tahan. Putar mobil kembali ke kantor, jadi intinya tak ada undangan," katanya.

Lebih jauh dirinya merasa tak nyaman terkait dengan kondisi yang terjadi namun ia memilih untuk menahan diri. "Kalau saya ngomong susah, saya jaga bagaimana Rohil kondusif saja," katanya.

Terpisah Sekdakab Rohil H Fauzi Efrizal menyebutkan kegiatan pelantikan merupakan suatu hal yang lumrah terjadi di lingkungan internal pemerintahan termasuk di Rohil. Tujuannya untuk pembenahan dalam upaya peningkatan kinerja ASN dengan dilakukan rotasi, promosi. "Hal itu biasa dilaksanakan," ujarnya.

Menyangkut Wabup yang mengaku tak mendapatkan undangan terkait kegiatan itu Sekdakab mengatakan biasanya dalam kegiatan-kegiatan internal pemerintahan ada tertera mengetahui/ Cc bupati, wabup atau sekda atau sebagai pihak yang turut mengundang adalah bupati, wabup dan sekda. "Biasanya seperti itu dan tidak ada undangan khusus kecuali untuk pejabat yang akan dilantik," katanya.

Sekdakab menilai apa yang terjadi lebih merupakan miskomunikasi saja. Namun begitu dirinya mengharapkan agar semua pihak, masyarakat tidak turut terpancing dalam opini-opini negatif yang justeru bisa menimbulkan ketidakharmonisan.

"Dari kejadian ini hikmahnya bagaimana komunikasi bisa ditingkatkan lagi, semoga kedepan lebih baik. Mari sama-sama menjaga kondisi tetap kondusif dan dukung program kerja dari pak bupati dan wabup," ajaknya.(jpnn)


Sumber: https:riaupos.jawapos.com

Penulis: Redaksi

Editor: Iwan