BERKABAR.COM - Upaya dari masyarakat khususnya masyarakat adat empat suku melayuKenegerian Kubuyang memperjuangkan keberadaantanah ulayatmendapatkan respons positif dari negara.
Dibuktikan dengan hadirnya staf khusus Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Rezka Oktoberia SH MM MH ke Kubu bertemu langsung dengan masyarakat adat, di Balairung Utama empat sukukenegerian Kubu, Kamis (6/8/2026).
Kehadiran staf sus bersama rombongan dari Kanwil BPN Riau dan Kantor BPNRohilserta tim. Sebagai langkah meninjau langsung ke lapangan di titik lokasi guna pengadministrasi dan pendaftarantanah ulayatyang ada di Kubu.
"Sehingga ini langkah mempercepat agar segera diberikan sertifikat APLtanah Ulayat," katanya. Saat ini terdapat dua titiktanah ulayatyang dilakukan peninjauan, bahkan tak hanya itu dirinya mendorong jika masih adatanah ulayatlain agar dapat disampaikan dan diproses pengadministrasian dan pendaftaran sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Ia menerangkan ada tiga konsepsi umum dari kegiatan pengadministrasian dan pendaftarantanah ulayattersebut, pertama bukan untuk menjadikantanah ulayatsebagai milik negara namun justeru kehadiran negara memberikan perlindungan terhadaptanah ulayatdi masyarakat hukum adat.
"Selanjutnya sebagai bentuk sinergi hukum adat dan pertanahan nasional yang diperkuat dengan peraturan per-undang-undangan, serta pendaftarantanah ulayatadalah hak, bukan kewajiban. Sehingga negara perlu hadir menyikapi keberadaantanah ulayat," katanya.
Kehadiran pihaknya terang Rezka, menindaklanjuti agartanah ulayatdimaksud diproses dengan cepat, sehingga dari BPNRohilmengajukan ke kementerian melalui BPN Riau untuk dapat ditandatangani oleh menteri dan disertifikatkan langsung.
Hal itu tambahnya memiliki beberapa manfaat penting seperti memberikan kepastian hukum sehingga tidak bisa disalahgunakan oleh oknum tertentu, melindungi aset masyarakat hukum adat.
"Untuk pengadministrasiantanah ulayatini sudah ada yang keluar, yakni di
SekdakabRohilFauzi Efrizal menyampaikan apresiasi dengan kehadiran stafsus dan rombongan guna pengadministrasian dan pendaftarantanah ulayat.
"Langkah ini mencerminkan kepedulian terhadap adat lokal. Seiring perkembangan zaman, dinamikan pembangunan dan kepastian hukum merupakan hal yang krusial diperjuangkan. Dengan kesempatan ini jadikan sebagai momentum memberikan perlindungan bagi hak adat masyarakat disisi lain mencegah tumpang tindih lahan serta mendorong pemberdayaan masyarakat adat," katanya.
Ketua DPH Majelis Tinggi Zuhaifi ST gelar Encik Wira Siak menyampaikan terimakasih dengan kehadiran staf sus dan rombongan. Dirinya mengungkapkan upaya memperjuangkan keberadaantanah ulayatsudah diperjuangkan sejak lama bahkan oleh para tokoh pendahulu.
"Kami menyambut baik kehadiran bu stafsus dan rombongan, semoga keberadaantanah ulayatdapat diperkuat sesuai dengan regulasi yang berlaku," katanya.
Pada kesempatan itu hadir Timbalan Kepala Suku Rao Jefri bergelar Timbalan Datuk Jaya Perkasa Putra, Kepala Suku Hamba RajaKenegerian KubuH ch Widiarto Kamalul Matwafa, kepala Suku Bebas Makmur Bakri, kepala Suku Aru Datuk Abd Karim bergelar Datuk Paduka Sama Diraja.
Ketua Majelis Kerapat Adat Majelis Tinggi Kerapatan Suku MelayuKenegerian KubuNurdin M Tahir gelar Encik Wira Siak, para pemangku adat masyarakat empat sukukenegerian Kubu.
Kepala KantahRohilJuni A Saragih, Sekum MKA LAMRRohilDatuk Adharsam, Kabid Penetapan dan Pendaftaran Kanwil BPN Riau Selamat Sutrisno, Kakanwil BPN Riau Nurhadi Putra, para camat dan datuk penghulu se-Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam.(rlsdiskominfotiksrohil)
Penulis: Riau Pos
Editor: Ekas