Pekanbaru

Menteri LH Ingatkan Peran Penting Sinergitas Pemerintah Bersama Stakeholder, Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Provinsi Riau

Redaksi Redaksi
Menteri LH Ingatkan Peran Penting Sinergitas Pemerintah Bersama Stakeholder, Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Provinsi Riau
ist/diskominfotiksandumai

BERKABAR.COM - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr Hanif Faisol Nurofiq SHut MP, memimpin pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Provinsi Riau di Lapangan Bapor Komplek Perumahan PT Pertamina Patra Niaga, Minggu (26/4/2026).

Apel kesiapsiagaan ini diikuti oleh seluruh elemen dan sektor terkait baik dari unsur TNI/Polri, Pemerintah Kota Dumai, Manggala Agni, Pertamina, dan pihak Swasta.

Apel ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam aksi pencegahan maupun penanggulangan bencana karhutla, terutama di musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung dan diperparah dari dampak El Nino.

Membuka apel, MenLH Hanif Faisol langsung melaksanakan pengecekan pasukan dan logistik. Sesudahnya, MenLH langsung memberikan sambutan serta pengarahan dalam rangka memperkuat semangat para personil dalam aksi pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kota Dumai.

Melalui sambutannya, Menteri Hanif menekankan pentingnya kerjasama baik serta kolaborasi antar lembaga dan sektor dalam aksi pencegahan karhutla di Kota Dumai.

Menteri Hanif menyebut jika pengendalian karhutla wajib mengedepankan deteksi dini serta respon cepat dari berbagai pihak.

“Kecepatan dan ketepatan dini menjadi kunci utama dalam penanganan karhutla yang optimal. Kesiapsiagaan harus diwujudkan dengan tindakan nyata di lapangan, melibatkan masyarakat dan kolaborasi maksimal dari seluruh pihak,” tuturnya.

Menteri Hanif juga menyampaikan jika per 23 April 2026 ini, di Provinsi Riau jumlah titik panas tercatat mencapai 840 titik, dengan 318 titik pada tingkat kepercayaan tinggi, meningkat enam kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Luas kebakaran juga melonjak signifikan hingga mencapai 8.555,37 hektare, atau meningkat 20 kali lipat dibandingkan tahun 2025.

“Titik panas ini juga diperparah dengan prediksi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang pada tahun ini. Belum lagi dampak El Nino yang menyebabkan kemarau terasa lebih panas dan kering, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan semakin tinggi. Hal inilah yang harus mampu kita cegah dan tanggulangi bersama,” sebut Menteri LH.

Usai rangkaian apel selesai, selanjutnya Menteri Hanif langsung bersalam-salaman dengan para personil, didampingi oleh Dirjen serta rombongan Kementerian LH, Wakil Walikota Dumai Sugiyarto SE, Forkopimda Riau, Forkopimda Kota Dumai, dan berbagai tamu undangan lainnya.(rlsdiskominfotiksandumai)

Penulis: Redaksi

Editor: Iwan