Pekanbaru

Gajah Jantan di Kasang Kulim Tewas Misterius, BBKSDA Riau Belum Berani Simpulkan Penyebabnya

admin admin
Gajah Jantan di Kasang Kulim Tewas Misterius, BBKSDA Riau Belum Berani Simpulkan Penyebabnya
hrc/net

berkabar.com - Tewasnya Fibri, seekor gajah binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, yang ditititpkan di Kebun Binatang Kasang Kulim, Kabupaten Kampar, belum diketahui pasti penyebabnya. Hasil sementara bedah bangkai atau nekropsi, tim medis menyebut ada kelainan pads pencernaan.

Kepala Balai Besar KSDA Provinsi Riau, Suharyono, saat konfrensi pers di Kebun Binatang Kasang Kulim, Sabtu (16/5/20) sore, menuturkan penyebab pasti kematian dari gajah jantan itu memang belum dapat disimpulkan.

"Karena hasil test kesehatan gajah tersebut, tim medis BBKSDA Riau tak menemukan adanya kejanggalan sedikit pun. Bahkan, luka lecet di seluruh tubuh gajah tidak ada," ujar Suharyono.

Menurut Suharyono, gajah yang tewas di usia 32 tahun itu, belum dapat dipastikan penyebab kematiannya.

"Analisa sementara kondisi fisik gajah sehat setelah dibuka ada sedikit kelainan di lambung, usus besar dan pencernaan agak kurang sehat. Apakah itu penyebabnya kematian gajah? Saya rasa, agak kurang tepat. Karena kondisi kotorannya bagus dan normal," tegas Suharyono.

Sementara itu, kata Suharyono kondisi pola makan gajah cukup bagus. Artinya kalau itu yang menjadi suatu hal yang masif seperti dalam pemberitaan. Tentunya gajah agak berkurang secara fisiknya dalam menyerap makanan.

"Faktanya, gajah kondisi terakhir fisiknya besar dan masih gemuk. Serta tidak menunjukkan adanya kelainan apapun. Makanya kami belum berani berikan kesimpulannya (penyebab tewas, red)," kata Suharyono.

Terkait tewasnya gajah, Suharyono menceritakan bahwa sebelumnya Kota Pekanbaru dilanda hujan amat deras disertai petir yang kuat. Kondisi di Kebun Binatang Kasang Kulim, padam penerangan, hingga gajah sempat mengeluarkan suara keras.

Keesokan harinya, tepat Kamis (14/5/2020) paginya, gajah sudah ditemukan tewas. Tim medis BBKSDA Riau, yang dapat laporan, langsung melakukan observasi terhadap gajah, setelah mendapatkan hasilnya, Fibri pun langsung dikuburkan.

"Menurut keterangan pawang gajah dan petugas keamanan, bahwa kondisi fisik gajah sehari sebelum tewas tak ada gejala kelainan apapun. Artinya normal, segi makanan banyak dikonsumsi serta liar. Segi naluri satwanya juga tak ada kelainan," terang Suharyono.

Penulis: Redaksi

Editor: Iwan

Sumber: halloriau


Tag:BBKSDA RiauGajah