BERKABAR.COM - Tim SAR gabungan mengevakuasi kerangka manusia di pesisir Pulau Rangsang, Perairan Kepulauan Meranti, Sabtu (18/4) pagi. Informasi penemuan awalnya diterima Kantor SAR Pekanbaru pada pukul 09.00 WIB dari seorang warga yang menemukan jenazah di titik koordinat 00°58’33”N 102°51’28”E.
Tim Rescue Unit Siaga SAR Meranti yang berjumlah tiga personel langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 09.05 WIB dan tiba sekitar pukul 09.25 WIB. Korban kemudian berhasil dievakuasi pada pukul 09.45 WIB dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti untuk pemeriksaan lebih lanjut bersama aparat kepolisian setempat.
Kepala Unit Basarnas Kepulauan Meranti, Prima Herrie, sebelumnya mengatakan identitas jenazah belum dapat diketahui.
“Belum dapat dikenali. Untuk proses identifikasi kita tunggu dari tim medis dan aparat kepolisian. Sekarang sudah dievakuasi ke RSUD setempat,” ujarnya kepada Riau Pos.
Prima juga sempat menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah temuan kerangka tersebut berkaitan dengan sejumlah kejadian orang hilang di perairan Meranti dalam beberapa waktu terakhir.
“Karena identitas korban belum diketahui, kami belum dapat menyimpulkan apakah jenazah ini berkaitan dengan laporan orang hilang sebelumnya,” jelasnya.
Namun, perkembangan terbaru pada sabtu sore misteri itu akhirnya terjawab. Pihak keluarga memastikan kerangka jenazah yang ditemukan di perairan Pulau Rangsang adalah Nasri (32), korban yang sebelumnya dilaporkan melompat dari kapal Dumai Line.
Kepastian itu diperoleh setelah ayah korban, A Gani, melakukan identifikasi langsung di RSUD Kepulauan Meranti. Ia mengenali anaknya dari pakaian terakhir yang dikenakan, termasuk ikat pinggang yang masih melekat saat jenazah ditemukan.
“Dari pakaian yang dipakai, termasuk ikat pinggangnya, saya yakin itu anak saya, Nasri,” ujar A Gani.
Usai proses identifikasi, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang ke rumah duka di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebing Tinggi Timur.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Meranti Ardath SIP, membenarkan bahwa seluruh proses berjalan lancar sejak evakuasi hingga pemulangan.
“Setelah proses identifikasi selesai di RSUD, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga. Saat ini sudah dibawa pulang ke rumah duka,” ujarnya.
Sebelum identitas dipastikan, temuan kerangka tersebut sempat membayangi sedikitnya dua kasus orang hilang di perairan Kepulauan Meranti dalam beberapa bulan terakhir. Peristiwa pertama adalah Nasri, warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebingtinggi Timur, yang dilaporkan melompat dari kapal penumpang Dumai Line pada 10 April 2026 sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu korban berada dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Buton menuju Tanjung Balai Karimun.
Upaya pencarian dilakukan selama tujuh hari oleh tim SAR gabungan dengan area penyisiran mencapai sekitar 11 mil laut, namun korban tidak berhasil ditemukan hingga operasi dihentikan pada 16 April 2026.(wir)
Sumber: riaupos.jawapos.com
Penulis: Redaksi
Editor: Iwan