Inhil

Kantor Desa Dikepung Warga, Kades Belantaraya Inhil Didesak Mundur, Sengketa Lahan Diminta Diselesaikan

Redaksi Redaksi
Kantor Desa Dikepung Warga, Kades Belantaraya Inhil Didesak Mundur, Sengketa Lahan Diminta Diselesaikan
ist/rpg/jpn/net

BERKABAR.COM - Gelombang penolakan terhadap kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Belantaraya, Hasbullah Jali, memuncak. Ratusan warga menggelar aksi damai di halaman Kantor Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (15/4/2026).

Aksi tersebut menjadi puncak kekecewaan masyarakat yang selama ini terpendam. Dua tuntutan utama disuarakan secara tegas, yakni mendesak kepala desa mundur serta meminta penyelesaiansengketa lahanyang kian memanas.

Dalam banner yang dibentangkan massa, tertulis jelas "masyarakat butuh pemimpin bermoral" dan "selesaikan sengketa lahan masyarakat".

Koordinator aksi, Agus, menegaskan bahwa gerakan tersebut murni lahir dari aspirasi warga tanpa muatan kepentingan pribadi. "Ini murni aspirasi. Bukan persoalan pribadi, tapi akumulasi keresahan masyarakat yang sudah lama terjadi," tegasnya.

Dalam orasi, massa secara terbuka mendesak Hasbullah Jali segera mundur dari jabatannya. Desakan itu didasari dugaan pelanggaran etika yang dinilai telah mencederai kepercayaan masyarakat.

Di sisi lain, konflik lahan terkait pembangunan jalan koridor perusahaan menjadi pemicu utama memanasnya situasi. Warga menolak keras kebun yang telah mereka kelola selama puluhan tahun dialihkan menjadi koridor perusahaan.

Tak hanya itu, masyarakat juga mempersoalkan penetapan lahan mereka sebagai kawasan konservasi oleh pihak desa dan pihak terkait, yang dinilai merugikan dan tidak berpihak kepada warga. "Ada dua tuntutan jelas, mundur dan selesaikansengketa lahan. Itu harga mati bagi masyarakat," tegas Agus.

Ia bahkan mengklaim bahwa kepala desa telah mengundurkan diri pada hari yang sama. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

Massa juga mendesak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) segera memfasilitasi rapat besar dengan melibatkan perusahaan terkait guna mencari solusi konkret atas konflik yang berlarut.

Di tengah aksi, Kepala Desa Belantaraya, Hasbullah Jali, turut hadir dan menyampaikan sikapnya melalui dokumen berita acara yang ditandatangani pada Rabu (15/4/2026).

Dalam pernyataan tersebut, Hasbullah menyatakan kesiapannya untuk diberhentikan dari jabatannya sebagai kepala desa sebagai respons atas tuntutan masyarakat.

Ia juga menegaskan bersedia mengikuti seluruh proses dan ketentuan hukum yang berlaku terkait pemberhentian kepala desa, serta tidak akan melakukan upaya yang bertentangan dengan hukum.

Selain itu, ia memastikan keputusan tersebut diambil tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Pernyataan itu dituangkan dalam berita acara resmi dan ditandatangani langsung di Belantaraya.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan TNI. Pemerintah Kecamatan Gaung turut hadir memantau jalannya penyampaian aspirasi.(*2)


Sumber: riaupos.jawapos.com

Penulis: Redaksi

Editor: Iwan