Dumai

Investor Menjauh Dari Dumai

Redaksi Redaksi
Investor Menjauh Dari Dumai

Berkabar.com - Saat ini belum ada kejelasan terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Dumai. Bahkan Pemerintah Kota Dumai sudah menanti selama enam bulan belakangan. Tapi belum kunjung ada kepastian.

Kondisi ini jelas berdampak pada iklim investasi di Kota Dumai. Apalagi, Dumai menjadi daerah di Riau dengan target terbesar masuknya investor.

Catatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dumai, nilai investasi yang menanti kepastian RTRW mencapai Rp 20 Triliun. Ketidakjelasan RTRW membuat banyak investor hengkang dari Dumai.

Akibatnya nilai investasi yang masuk ke Kota Dumai semakin berkurang. "Kalau sekarang mungkin yang masih tetap menanti tinggal Rp18 Triliun," ujar Walikota Dumai, Zulkifli AS.

Politisi Partai Nasdem ini kembali mempertanyakan sikap Pemerintah Provinsi Riau yang belum memberi kepastian perihal RTRW Dumai. Padahal pembahasan sudah dilakukan di DPRD Provinsi Riau. Namun hingga kini RTRW Dumai belum kunjung disahkan.

Padahal pemerintah kota sudah sering melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, guna mempertanyakan kepastian jadwal pengesahan RTRW Kota Dumai. Sebab kalangan investor di bidang industri membutuhkan perizinan sesuai RTRW nantinya. Mereka butuh perizinan seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Kondisi ini juga membuat sejumlah proyek nasional di Kota Dumai terkendala seperti pembangunan Jalur Kereta Api Trans Sumatera dan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Pasalnya dari RTRW yang diajukan ternyata 76 persen wilayah Kota Dumai masih didominasi kawasan hutan. Artinya lokasi tersebut tidak bisa dibangun.

Proyek nasional lainnya yang terkendala akibat RTRW ini yakni pembangunan jaringan transmisi listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Gardu Induk.

Manager PLN Area Dumai, Suharno mengakui bahwa potensi pelanggan PLN di sektor industri cukup besar. Terutama di wilayah Lubuk Gaung dan Kawasan Industri Dumai (KID), potensinya mencapai 150 MVA. Saat ini ada tujuh calon pelanggan besar yang berencana menjadi pelanggan PLN.

Rencananya ketujuh calon pelanggan tersebut akan memperoleh pasokan listrik dari PLN. Perusahaan tersebut adalah PT Ivomas, PT Energi Sejahtera Mas, PT Meridan, Pertamina Patra Niaga, PT Sari Dumai Sejati dan PT Samator. Sedangkan satu perusahaan lagi masih menyampaikan rencana secara lisan.

Saat ini yang butuh banyak pasokan listrik adalah PT Ivomas. Sebab mereka butuh pasokan hingga 40 MVA. Namun untuk tahap awal pasokannya baru mencapai 12 MVA. Rencananya peningkatakan pasokan dilakukan secara bertahap.

"Sebagian perusahaan memang memiliki pembangkit. Seperti KID, namun ada rencana KID juga mendapat pasokan dari PLN," terang Suharno.

Penulis: Adi Pancen

Penulis: Redaksi


Tag: Zulkifli ASInvestor Menjauh Dari DumaiRTRW Kota DumaiRencana Tata Ruang WilayahWalikota Dumai