Berkabar.com - Ratusan pedagang dadakan makanan siap saji bermunculan di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, sejak awal bulan Ramadan 1437 Hijriah. Berbagai minuman segar, menu makanan berbuka puasa dikemas dengan baik dan dijual di pinggiran Jalan.
Hingga hari ke 5 puasa ini, tidak ada dari pihak terkait seperti UPT Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan UPT Dinas Kesehatan yang turun ke lapangan untuk mengambil sampel makanan dan dicek ke labor untuk mengetahui apakah terkandung zat berbahaya pada bahan makanan yang dijual pedagang.
"Mungkin menunggu ada korban dulu, baru pihak terkait turun ke lapangan. Kalau ga ada cek sampel makanan gitu, gimana bisa tahu makanan yang dijual di pinggir Jalan itu aman dari zat berbahaya. Apalagi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) hanya ada di Pekanbaru, jadi bebaslah ya pedagang di Duri nih," kata Syahrul kepada GoRiau.com, Jumat (10/6).
Tidak hanya Syahrul saja yang khawatir dengan bahan makanan yang dijual pedagang. Banyak masyarakat lainnya juga takut untuk membeli makanan yang sudah dikemas pedagang makanan dengan baik.
"Untuk mie saja, kita bikin sendiri. Masih belum berani beli yang dijual di pasar. Karena kemarin saja ketauan pabriknya menambahkan formalin pada bahan mie kuning nya. Mungkin belum sekarang sakitnya, tapi dampaknya itu pasti akan kita rasakan dikemudian hari," terang Agung, karyawan swasta pecinta mie ini beruntung punya istri yang pandai membuat mie olahan rumah sendiri.
Kepala UPT Dinas Kesehatan Kecamatan Mandau, Betti Sanusi saat dikonfirmasi GoRiau.com, enggan menjawab banyak. "Nanti kita tanyakan dulu sama bagian ini ya. Belum ada juga arahan dari Dinas," kata Betti singkat.
Sementara Kepala UPT Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mandau, Hj Tengku Farida saat hendak dikonfirmasi juga sedang tidak berada di kantor karena sakit.
(rdk/grc)
Penulis: Redaksi