Peristiwa

Kisah Warung Soto Paling Laris Akhirnya Bangkrut Karena Ketahuan Pakai Bantuan Pocong

Redaksi Redaksi
Kisah Warung Soto Paling Laris Akhirnya Bangkrut Karena Ketahuan Pakai Bantuan Pocong
ilustrasi f riau24

BERKABAR.com - Warung soto milik Akmadi yang ada di Kota Mojokerto itu tak pernah sepi pembeli. Setiap kali dibuka mulai pukul 09.00-21.00 WIB, warung itu selalu ludes diserbu pembeli yang ingin menikmati sotonya yang sebenarnya banyak terdapat di tempat lain.

Orang-orang dari luar Kota Mojokerto juga banyak yang mengenal dan suka makan di warung sotonya jika kebetulan melintasi Kota Onde-Onde ini. Di samping rasanya yang memang enak, harganya juga terjangkau. Begitu rata-rata alasan pelanggannya.

Warung soto Akmadi yang ada di Kota Mojokerto ramai sekali. Pada jam makan siang, warung makan yang letaknya cukup dekat dari Alun-Alun Kota Mojokerto memang selalu penuh sesak pembeli. Mereka yang makan tidak saja dari orang-orang tua, namun, ada juga keluarga muda, bahkan anak-anak yang masih remaja juga ikut menikmati lezatnya warung soto Akmadi.

Tidak ada yang tahu jika ramainya warung soto Akmadi bukan semata-mata karena enaknya masakan yang diracik si empunya warung, tetapi juga ada unsur mistisnya.

Sriatun istri, Akmadi secara diam-diam melakukan ritual pesugihan pocong. Jin berwujud pocong inilah yang bekerja memanipulasi perasaan pelanggannya agar ketagihan makan di warung soto Akmadi.

Tapi kejahatan memang tak pernah langgeng. Adanya pocong 'penglaris' di warung soto Akmadi terungkap tanpa sengaja atas izin Allah.

Suatu ketika seperti biasa, warung soto Akmadi kebanjiran pelanggan. Jika sudah begitu suasana menjadi riuh seperti di pasar. Sambil makan, tidak sedikit dari pembeli yang asyik bercanda dan bertelepon ria. Bahkan ada yang foto-foto sambil menunggu pesanan yang belum datang.

Saat potret memotret, tidak ada yang menghebohkan dan hasilnya biasa saja. Konon, justru setelah tidak berada di warung milik Akmadi peristiwa aneh itu baru terjadi. Saat hasil fotonya dilihat di layar tampak keanehan, yaitu salah satu yang di potret itu ternyata seperti sedang di pangku sesuatu yang aneh berwarna putih menyerupai wujud pocongan. Dari beberapa pemotretan hanya sebuah foto yang menampakkan gambar seperti itu.

Berita foto penampakan orang yang di pangku pocongan tersebut ternyata cepat menyebar, termasuk gambarnya juga menyebar dari handphone ke handphone lain. Setelah kehebohan itu, justru malah ada beberapa orang yang mengaku melihat penampakan pocongan yang sedang memangku seorang pembeli saat mereka berada di warung tersebut. Herannya, setelah ada peristiwa itu, justru yang lain malah ikut-ikutan menambah-nambahi.

Ada lagi yang menyebutkan jika orang yang sering makan di warung tersebut bisa-bisa akan dijadikan tumbal pesugihan pocong. Tak menunggu waktu lama, akibatnya isu itu warung makan milik Akmadi sepi pembeli.

Awalnya Akmadi tak mengetahui kenapa warungnya mendadak sepi. Setelah selidik-punya selidik, ia pun akhirnya mendapatkan informasi soal penampakan pocong tersebut. Akmadi yang mendapat cerita itu dari Pak Tono, penjual warung sate ayam yang masih satu deretan dengannya bersumpah tidak melakukan kesepakatan dengan setan.

Malam itu, dengan perasaan galau Akmadi pulang ke rumahnya yang tidak terlalu jauh dengan berjalan kaki. Barang dagangannya ditinggalkan begitu saja di warungnya, tanpa ada yang dibawa pulang.

Seperti biasanya Ia masuk ke dalam rumahnya yang sudah sepi dan pintunya tidak dikunci. Tapi, sampai di ruang tengah dan di dekat kamar yang biasa digunakan untuk menaruh barang-barang,Akmadi mendengar sesuatu yang aneh. Suara itu lirih sekali, tapi ia seperti mengenali siapa yang menguncapkan kata-kata yang berulang-ulang menyerupai pembacaan mantera itu.

“Kadang jin mayit, kadang jin duit! Kadang jin mayit, kadang jin duit!” begitu kalimat itu terdengar sampai berkali-kali. Tiba-tiba datang hembusan angin yang entah dari mana asalnya.

Akmadi yang sedang mendekati ruangan itu sampai dibuat merinding bersamaan dengan datangnya tiupan angin tersebut. Sementara dari dalam kamar, Akmadi masih mendengar suara yang mengucapkan mantera berulang-ulang itu. Tiba-tiba lagi terdengar suara seperti benda jatuh. Setelah itu suasana kembali sunyi.

Saat Akmadi memberanikan diri untuk mengintipnya, ternyata di dalam kamar istrinya sedang menghadapi sebuah benda yang terbungkus kain putih meyerupai wujud pocongan.

Tak kalah kagetnya, saat benda menyerupai pocongan itu dibuka ternyata di dalamnya berisi uang tunai yang jumlahnya menggiurkan saking banyaknya. Akmadi seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tapi, rasa penasaran membuat keberaniannya muncul untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan istrinya.

Sri  yang dipergoki suaminya terkejut, ia tak dapat mengelak ketika dicecar pertanyaan oleh suaminya. Ia pun mengaku bahwa selama ini melakukan pesugihan pocong.

Akmadi langsung terduduk lemas, Penyesalan itu semakin mendalam saat teringat anak semata wayangnya meninggal di jalan raya akibat ditabrak kendaraan bermotor sepulang dari sekolah. Akmadi sempat menduga, jangan-jangan itu akibat tumbal bagi mereka yang memuja pesugihan pocong?

Tapi nasi sudah jadi bubur. Akmadi pun hanya bisa mengajak istrinya bertobat dan menghentikan aksi pesugihan yang jelas-jelas merupakan dosa besar karena telah menyekutukan Allah.***


 Sumber:  Riau24/bara

Penulis: Redaksi