BERKABAR.CCOM - Sebanyak 2.624 orang tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti menanti kabar gaji akhir 2024 yang tak kunjung diterima. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Plt Bupati H Asmar dan pihak terkait situasi tersebut.
Hal ini disampaikan salah seorang tenaga honorer di Pemkab Kepulauan Meranti kepada Riau Pos, Selasa (31/12).
Padahal ia mengaku nominal gaji yang dinanti tidaklah begitu besar jika dibandingkan dengan anggaran belanja rutin lain. Pasalnya kisaran gaji yang diterima mereka hanya berkisar Rp1-2 juta setiap bulan.
“Belum masuk hingga saat ini. Padahal gaji yang kami tunggu itu tidak besar. Seperti saya Rp2 juta untuk jenjang S1. Malah yang di bawah saya ada yang terima Rp1 juta. Sampai sekarang belum ada keterangan resmi dari Pj Bupati soal ini,” ujarnya.
Ia mengaku kejadian seperti ini tidak pernah terjadi sejak ia bertugas sebagai tenaga honorer di lingkunganPemkab Meranti. “Sebelumnya tidak pernah. Biasanya akhir tahun itu masuk dua kali untuk bulan November dan Desember. Selalu dibayar penuh,” tuturnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Bambang Suprianto mengaku gaji tenaga honorer di lingkungannya terpaksa tunda bayar, mengingat keterlambatan salur dana dari pemerintah pusat dan provinsi. Dana tersebut mencakup dana bagi hasil migas dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari Provinsi Riau.
Namun ia memastikan gaji mereka akan tetap dibayarkan pada pertengahan 2025 karena kebutuhan tersebut masuk dalam skala belanja wajib. “Tetap akan dibayarkan. Kami belum bisa salurkan karena DBH pusat tidak kunjung masuk ke Kasda. Nanti untuk gaji Desember 2024 akan disalurkan pada Januari 2025,” ujarnya.(gem/rpg)
Penulis: Redaksi
Editor: Iwan