Inhil

Hati-hati! Jejak Kaki Harimau Ditemukan di Permukiman Warga

Redaksi Redaksi
Hati-hati! Jejak Kaki Harimau Ditemukan di Permukiman Warga

Tim saat melakukan identifikasi jejak kaki harimau sumatera, Sabtu (15/2/2025). (Polsek Pelangiran untuk riau pos)

BERKABAR.COM - Jejak kaki harimausumatera kembali ditemukan di kawasan permukiman penduduk di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil),Riau. Dari identifikasi TimBBKSDA Riau, Polsek Pelangiran dan pemerintah desa, jejak harimau tersebut berjumlah satu ekor dengan usia remaja. Oleh sebab itu, masyarakat diminta selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas di luar rumah.

Hal ini disampaikan Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora SIK melalui Kapolsek Pelangiran Iptu Antor Hilman SH MH, Sabtu (15/2). Ada empat lokasi ditemukan jejak kaki harimau sumatera di Kecamatan Pelangiran. Pertama di kawasan perkebunan kelapa masyarakat di Desa Baung Rejo Jaya. Kedua di lokasi pengembalaan ternak di Desa Wonosari. Selanjutnya yang ketiga di kawasan perkebunan Parit Tanjung Pandak II, Kelurahan Pelangiran dan keempat di kawasan permukiman masyarakat Parit Tanjung Pandak II.

“Dari keterangan BBKSDA, harimau ini ingin mencari wilayah teritorial baru. Sehingga kami ingatkan kembali masyarakat selalu berhati-hati,” tutup Kapolsek.

Salah satu warga Desa Baung Rejo Jaya bernama Koko Wijanarko mengungkapkan keresahannya setelah kembali ditemukan jejak kaki harimau di kawasan penduduk.

“Kami sangat resah, khawatir sesuatu hal dapat terjadi,” katanya saat dikonfirmasi langsung melalui sambungan seluler oleh tim Riau Pos.

Jejak kaki harimau itu lanjut Koko Wijanarko menjadi perlintasan anak-anak pergi dan pulang sekolah.

“Kami berharap dalam hal ini pemerintah segera mangambil langkah cepat, supaya tidak ada menimbulkan korban jiwa,” ucapnya.

Di tahun 2018, warga Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir, Riau juga beberapa kali menjadi korban akibat harimau sumatera yang kala itu bernama Bonita. Dari data yang dihimpun, seorang wanita bernama Jumiati karyawan PT THIP tewas diterkam harimau. Setelah itu, Yusri Efendi warga Desa Tanjung Simpang, Pelangiran juga mengalami hal yang sama. Bonita berhasil dievakuasi oleh Tim BBKSDA, TNI, Polri setelah pingsan ditembak bius. Kini harimau sumatera kembali masuk hingga ke permukiman warga yang menimbulkan keresahan.(*2)



Sumber: riaupos.jawapos.com

Penulis: Redaksi

Editor: Iwan