Dijuluki Menteri Termiskin, Sosok Pria ini Miliki Karya Fenomenal di Indonesia, Siapa Dia?
BERKABAR.com- Jika di era sekarang ini korupsi terus merajalela bahkan bisa lepas dari status tersangka, mungkin kita perlu
ambil hikmah dari seorang yang bernama Ir Sutami.
Disaat para pejabat mulai dari tingkat atas sampai bawah sekalipun melakukan korupsi, namun hal itu seakan tidak berlaku dari
pria yang pernah menjabat Menteri Pekerjaan Umum itu.
Meski menjabat sebagai menteri selama 14 tahun, Ir Sutami tetap dikenal sebagai sosok yang sederhana. Meski dia dikenal
sebagai menteri termiskin, namun karya-karyanya yang monumental hingga kini masih berfungsi.
Lalu muncul pertanyaan, bagaimana bisa seorang menteri selama 14 tahun tapi hidup serba kekurangan? Dikutip dari Tribun Jabar
(14/10/2017), berikut ini ulasan mengenai Ir Sutami yang karyanya sangat terkenalm
Ir Sutami awalnya menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum pada masa Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto. Bahkan, hidupnya
jauh dari kesan kaya.
Kesederhanaan dari Ir Sutami bisa menjadi contoh para pejabat kini banyak tersangkut kasus korupsi. Saking sederhananya, atap
rumah Ir Sutami bocor sempat tidak diperbaiki.
Bocornya rumah Ir Sutami sempat ditulis oleh Staf Ahli Menteri PU, Hendropranoto Suselo dalam Edisi Khusus 20 tahun Majalah
Prisma yang diterbitkan LP3ES tahun 1991 di Jakarta.
Saat itu, Ir Sutami menjabat sebagai Menteri PU dan Tenaga Listrik. Pada momen Lebaran, rumah Ir Sutami di ramai dikunjungi
tamu. Tapi tamu yang datang malah terkaget-kaget.
Bagaimana tidak, mereka melihat ke atap dan banyak bekas bocor pada langit-langit rumah. Rupanya rumah Sutami sudah lama
bocor.
Padahal pada saat itu, Sutami sudah enam kali menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum. Di bawah pengawasannya, proyek raksasa
seperti Gedung DPR, Jembatan Semanggi dan Waduk Jatiluhur, dibangun.
Tidak hanya itu saja, Sutami jugalah yang memimpin proyek pembangunan Bandara Ngurah Rai, Bali.
Menteri ini sama sekali tidak pernah bermewah-mewahan. Bahkan rumahnya di Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, dibeli dengan cara
menyicil dan lunas pada saat dia akan pensiun.
Beliau tak pernah mau memanfaatkan fasilitas negara secara berlebihan. Bahkan, saat akan turun jabatan pada tahun 1978, dia
mengembalikan semua fasilitas negara.
Kemudian seorang pengusaha berniat memberinya mobil. Pengusaha itu tahu mobil dinas Sutami ikut dikembalikan. Tapi dengan
halus Sutami menolak.
Sutami tidak pernah tergoda untuk korupsi. Penampilan dan tindakannya tetap bersahaja.
Mirisnya, pada satu ketika, PLN pernah mencabut listrik di rumah pribadinya di Solo. Menteri Sutami ternyata pernah
kekurangan uang hingga telat bayar listrik.
Tidak sampai itu saja, Sutami sempat takut dirawat di rumah sakit. Ketakutan dia karena tidak memiliki uang untuk bayar rumah
sakit.
Baru setelah pemerintah turun tangan, Sutami mau juga diopname. Presiden Soeharto kerap menjenguk Sutami saat sakit.
Soeharto pula yang meminta Sutami mau berobat ke luar negeri. Ir Sutami menginggal dunia 13 November 1980 pada umur 52 tahun.
Dia menderita sakit lever.
Tanggal 16 Desember 1981, Presiden Soeharto meresmikan bendungan Karangkates. Soeharto membacakan pidato penghormatannya
untuk Sutami. Dia pun memberi nama bendungan Karangkates sebagai nama bendungan Sutami.
Meski dia kini telah tiada dan semasa hidupnya tetap bersahaja, namun karya yang dia lakukan untuk membangun Indonesia
terbilang sangat sukses.
Sumber:riau24
Penulis: Redaksi