Peristiwa

Ini Dia Danau Paling Mengerikan di Dunia, Hewan yang Sentuh Airnya Berubah Menjadi Batu, Minat Mandi di Sana Lur?

Redaksi Redaksi
Ini Dia Danau Paling Mengerikan di Dunia, Hewan yang Sentuh Airnya Berubah Menjadi Batu, Minat Mandi di Sana Lur?

BERKABAR.COM - Seperti diketahui danau Natron terletak di Tanzania, negara di Afrika Timur yang dikenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Danau ini terletak di Lembah Rift, sebuah tempat yang terkenal dengan keanekaragaman hayati yang kaya. Danau Natron sendiri memiliki keunikan tersendiri, karena terdapat banyak mineral yang larut di dalamnya, sehingga membuat airnya berwarna merah muda.

Air danau ini juga memiliki tingkat alkali yang sangat tinggi, sehingga sangat tidak mungkin bagi hampir semua jenis kehidupan untuk bertahan di dalamnya. Namun, lingkungan yang tidak ramah bagi kehidupan di danau Natron justru membuatnya menjadi rumah bagi beberapa jenis organisme yang unik.

Salah satu jenis organisme yang hidup di Danau Natron adalah Flamingo. Jutaan flamingo sering kali terlihat di sekitar danau, menggunakan air alkali yang unik untuk mencari makan. Selain itu, ikan yang mampu bertahan hidup di lingkungan dengan tingkat alkali yang sangat tinggi juga ditemukan di danau ini. Spesies ikan yang hidup di Danau Natron adalah spesies ikan yang sangat langka dan hanya dapat ditemukan di Tanzania.

Danau Natron juga memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Perpaduan warna merah muda air danau dengan latar belakang Gunung Ol Doinyo Lengai yang berapi menambah keindahan pemandangan yang menakjubkan. Beberapa wisatawan mengunjungi Danau Natron untuk melihat pemandangan matahari terbit dan terbenam di atas danau yang unik ini.

Namun, perlu diingat bahwa meskipun Danau Natron memiliki keindahan alam yang menakjubkan, air di dalamnya sangat berbahaya bagi manusia. Tingkat alkali yang sangat tinggi dan suhu air yang bisa mencapai 60 derajat Celsius dapat membahayakan keselamatan manusia. Oleh karena itu, para wisatawan harus berhati-hati saat berkunjung ke danau ini dan hanya boleh melakukannya dengan didampingi oleh pemandu wisata yang berpengalaman.


Berubah Jadi Batu
Namun dibalik keindahan ternyata tersimpan yang mengerikan yang mungkin tidak pernah terbayangkan sebagian orang. Ya, alam bisa menjadi tempat yang sangat menakutkan. Ada danau di Tanzania yang menjadi tempat menakutkan bagi hewan.

Hewan yang jatuh atau menyentuh air dari danau yang dikenal dengan nama 'danau merah' ini akan berubah menjadi batu.

Danau Natron berada di Tanzania utara, di dekat perbatasan negara itu dengan Kenya.

Dikutip dari laman Indy100, Jumat (24/3), tempat ini sangat dijauhi oleh makhluk hidup.

Namun ada satu hewan yang hidup di danau itu, yaitu flamingo, spesies burung berkaki panjang yang hampir punah.

Makhluk hidup yang menyentuh air danau berwarna merah ini terlihat langsung membeku di tempat. Ini ada kaitannya dengan kandungan di dalam air tersebut.

Kandungan garam dan alkaline yang tinggi menyebabkan kalsifikasi atau pengapuran, yang merupakan akumulasi dari garam kalsium di dalam tubuh.

Walaupun hewan yang menyentuh air danau ini mati dengan cukup cepat, tubuhnya tetap ada dan tampak membatu.

Kendati mengerikan, namun danau ini menarik perhatian para ilmuwan dan petualang alam liar. Fotografer Nick Brandt menjelajah ke danau tersebut dan mengabadikan gambar hewan-hewan yang membatu.

"Saya tidak sengaja menemukan makhluk hidup, semuanya sejenis burung dan kelelawar, terdampar di sepanjang garis pantai Danau Natron di Tanzania Utara," jelasnya kepada NBC News seperti dilansir merdeka.com.

"Saya membawa makhluk hidup ini saat saya menemukan mereka di tepi pantai, dan menaruh mereka seolah-olah dalam posisi masih hidup, sehingga mereka terlihat hidup," jelasnya.


Kesimpulan:
Dapat disimpulkan Danau Natron adalah sebuah keajaiban alam yang unik di Tanzania. Keindahan pemandangannya yang menakjubkan dan keunikan ekosistem di dalamnya menarik banyak wisatawan untuk berkunjung. Namun, perlu diingat bahwa air di dalam danau sangat berbahaya bagi mahluk hidup termasuk manusia dan hanya boleh dikunjungi dengan pengawasan dan didampingi oleh pemandu wisata.

Penulis: Redaksi

Editor: Solihin