• Home
  • Peristiwa
  • Usai Diperiksa, Tiga Tersangka Korupsi Kredit Macet PT PER Ditahan Jaksa

Usai Diperiksa, Tiga Tersangka Korupsi Kredit Macet PT PER Ditahan Jaksa

Selasa, 26 November 2019 13:56:00
BAGIKAN:
rtc/net

BERKABAR.COM - Tiga tersangka dugaan kredit macet di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER), Pekanbaru, Senin (25/11/19) siang, dilakukan penahanan kurungan badan oleh Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Ketiga tersangka yang dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB, Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru itu adalah, Irfan Helmi, mantan Pimpinan Desk PMK PT PER. Kemudian, Rahmiwati, Analis Kredit dan Irawan Saryono selaku Ketua Kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) atau mitra PT PER yang menerima dana kredit dari PT PER.

"Ketiga tersangka ini kita lakukan penahanan untuk 20 hari ke depan hingga diserahkan kepihak pengadilan," ujar Kepala Kejari Pekanbaru, Andi Suharlis kepada sejumlah wartawan dikantornya.

Penahanan ini dilakukan sesuai Pasal 21 KUHAP. Hal ini untuk menghindari tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi kembali perbuatannya," sambungnya.

Sementara itu, Yuriza Antoni, selaku Kasi Pidsus juga menambahkan bahwa penahanan ketiga tersangka guna mempermudah proses penyidikan dan nantinya akan diserahkan kepada jaksa penuntut umum," terang Yuriza.

Dijelaskannya, kasus kredit macet di PT PER, itu terjadi pada medio 2013-2017. Kredit di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau tersebut diduga telah terjadi tindak pidana dalam penyaluran kredit bakulan atau kredit kepada UMKM pada Kantor Cabang Utama PT PER.

"Diduga terjadi penyimpangan atas penerimaan angsuran pokok dan bunga pada tujuh perjanjian kredit atas nama tiga mitra usaha terkait perjanjian kredit sebesar Rp1.298.082.000, atas pencatatan laporan nominatif kredit 31 Desember 2014 hingga 31 Desember 2017," katanya.

Penyimpangan pemberian tiga fasilitas kredit baru kepada dua mitra usaha yang dilakukan ketika angsuran atas fasilitas kredit sebelumnya belum lunas atau kredit macet.

Penggunaan fasilitas kredit yang diterima tiga mitra usaha itu tidak disalurkan ke anggota mitra usaha. Kredit itu digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum PT PER yang seharusnya digunakan untuk membayar angsuran fasilitas kredit sebelumnya.

Berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Riau. Ditemukan kerugian negara sebesar Rp 1.298.082.000 atau hampir Rp 1,3 Miliar.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 2 Jo Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



Sumber: riauterkini
Editor: Iwan

BAGIKAN:
KOMENTAR