• Home
  • Peristiwa
  • Tim Studi Menko Kemaritiman RI Kaji Abrasi Pulau Bengkalis

Tim Studi Menko Kemaritiman RI Kaji Abrasi Pulau Bengkalis

Jumat, 05 Juli 2019 14:19:00
BAGIKAN:
Sebanyak 26 orang Tim studi Menko kunjungan ke Bengkalis. Tim lakukan kajian ke sejumlah titik abrasi sepanjang bibir pesisir Utara Pulau Bengkalis.
Berkabar.com - Tim Studi utusan Kementerian Koordinator (Menko) Kemaritiman RI blusukan dan mengkaji ke sejumlah titik abrasi sepanjang bibir pesisir Utara Pulau Bengkalis yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka, Kamis (4/7/19) pagi. 
 
Tim terdiri sekitar 26 orang tersebut bertujuan untuk melakukan penelitian dan observasi atau pengamatan terjadinya abrasi daratan Pulau Bengkalis akibat hempasan laut Selat Malaka yang terus terjadi sampai hari ini. 
 
Pengamatan terhadap abrasi itu dilakukan tim, terlebih dahulu dilakukan melalui pemantauan dari Perairan Selat Malaka, menggunakan armada speedboat tim melalui Selat Bengkalis kemudian melaju ke arah Barat Pulau Bengkalis kemudian menuju Selat Malaka dan bersandar perjalanan di Pelabuhan Bandar Sri Setia Raja (BSSR) Selatbaru. 
 
Perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat dengan menggunakan kendaraan roda empat, tim juga didampingi sejumlah Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemkab Bengkalis blusukan di lokasi abrasi di Desa Mentayan, Muntai, Pambang Baru dan Pambang Pesisir. 
 
Disela-sela observasi, A. Bagyo Widagdo merupakan perwakilan tim studi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengakui, melihat kondisi dari dekat abrasi telah menggerus Pulau Bengkalis sejumlah titik dan menghilangkan daratan Pulau Bengkalis. 
 
"Tim studi yang dibentuk untuk melengkapi tugas. Dua tujuan, pertama observasi dan yang kedua mengecek terhadap informasi yang ada. Dari kunjungan ini terkonfirmasi memang beberapa bagian terjadi sedimentasi bahkan yang paling banyak adalah abrasi dan erosi," ungkap Bagyo. 
 
Sambung Bagyo, hasil observasi, pengumpulan data dan konfirmasi oleh tim akan dilakukan kajian untuk mencari solusi mengatasi abrasi Bengkalis. Apakah dengan cara break water (penahan gelombang) atau dengan tumbuhan seperti mangrove. 
 
"Kita lihat break water, terjadi peninggian daratan, memang efektif untuk penanganan ini. Tetapi apakah dengan tumpukan batu yang mungkin biayanya sangat mahal, harus itu solusinya atau diganti dengan yang lain seperti mangrove atau nipah dan seterusnya. Itu harus kita kaji juga," terangnya. 
 
Kata Bagyo, pihaknya juga akan mengkaji hasil studi di Bengkalis dan mensimulasikan arus di Selat Bengkalis dan Selat Malaka pada umumnya. Kemudian akan melihat arus yang dominan itu darimana, apa penyebab dan bagaimana. Sehingga dari kajian itu bisa didapatkan solusi. 
 
"Dan mudah-mudahan penanganan abrasi nanti akan lebih konfrehensif," imbuhnya. 
 
Keberadaan tim bentukan Menko Kemaritiman ini berada di Bengkalis hingga Jum'at besok. Informasi yang diperoleh, setelah melakukan observasi hari ini, tim ini akan melakukan pertemuan yang dijadwalkan di Kantor Bupati Bengkalis. 
 
Tim Menko Kemaritiman tersebut tergabung sejumlah kementerian dan lembaga seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kelautan dan Perikanan, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Usaha Milik Negara, Bappenas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan dan BPPT.
 
[Riau Terkini]
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Pemkab Bengkalis Gelontarkan Anggarkan untuk Jalan Gajah Mada Sekitar Rp20 Miliar

    Berkabar.com- Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mandau-Pinggir, Kabupaten Bengkalis mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Ben

  • Koperasi Terbaik Diberi Penghargaan Pemkab Bengkalis

    Berkabar.com - Tahun ini, Koperasi Terbaik Pertama untuk Kabupaten Bengkalis diraih Koperasi Simpan Pinjam C.U Bersama Kelurahan

  • Pemkab Bengkalis Teken MoU Dengan UIN Suska

    Berkabar.com - Selain dengan Universitas Riau, hari ini, Senin (13/6), Bupati Bengkalis Amril Mukminin juga menandatangani nota

  • KOMENTAR