• Home
  • Peristiwa
  • Perusahaan Penyuap Bupati Bengkalis Masuk Daftar Hitam Bank Dunia

KPK Geledah Rumah Kontraktor di Duri

Perusahaan Penyuap Bupati Bengkalis Masuk Daftar Hitam Bank Dunia

Jumat, 17 Mei 2019 14:28:00
BAGIKAN:
ist/net
BERKABARCOM - Perusahaan pemenang lelang 2012 Bengkalis diketahui masuk black list bank dunia saat mememenangkan proyek. Perusahaan diduga korupsi dan mempunyai masalah keuangan.
 
Ternyata salah satu rekanan pemenang lelang pada 2012, terhadap proyek tahun jamak atau multiyears (MY) Jalan Lingkar Pakning-Duri, Bengkalis dengan anggaran mencapai Rp498 miliar yakni PT Citra Gading Asritama (CGA) adalah salah satu perusahaan yang masuk dalam daftar hitam atau blacklist Bank Dunia.
 
Masuknya PT CGA dalam daftar itu seperti dalam siaran resmi Bank Dunia berlaku mulai 7 Agustus 2012 dan masa berakhir 6 Agustus 2014 silam dan waktu itu lelang dimenangkan oleh perusahaan ini.
   
PT CGA merupakan salah satu perusahaan blacklist Bank Dunia karena dugaan korupsi dan masalah keuangan. Tentu aneh bisa dimenangkan panitia lelang di ULP untuk mengerjakan proyek dengan skala besar. 
 
Kemudian proyek MY Duri-Pakning itu gagal dikerjakan karena tidak ditandatanganinya kontrak kerja, yang berujung dilakukannya upaya hukum oleh rekanan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). 
 
Lalu, Mahkamah Agung (MA) memutuskan bahwa rekanan pemenang lelang tahun 2012 lalu yaitu PT. CGA memenangkan gugatan di MA 
pada tahun 2016 lalu. Dan mereka berhak menjadi rekanan pelaksana mega proyek yang bakal menelan anggaran mencapai hampir Rp500 miliar itu. 
   
Dan akhirnya 0proyek MY Jalan Lingkar Duri-Pakning itu dilaksanakan pihak rekanan sejak awal Juli 2017 lalu dan memasuki masa 
kepemimpinan Bupati Bengkalis Amril Mukminin. 
   
Proyek tersebut dilaksanakan PT CGA dengan pagu anggaran mencapai Rp498 miliar lebih, memakan waktu sekitar 2 tahun dan 6 bulan mendatang. Mulai dari membuka jalan hingga timbunan base. 
   
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan status tersangka untuk AMU atau Amril Mukminin yang kini menjabat 
sebagai Bupati Bengkalis. AMU tersangkut dugaan suap terkait proyek pembangunan Jalan Duri-Sei. Pakning di Kabupaten Bengkalis. Amril diduga menerima suap Rp5,6 miliar. 
 
 "Tersangka AMU diduga menerima uang setidak-tidaknya Rp5,6 miliar baik sebelum maupun saat menjadi Bupati Bengkalis," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/19) petang.
   
KPK Geledah Rumah Kontraktor
Usai melakukan penggeledahan di tiga titik di Ibukota Kabupaten Bengkalis pada Rabu (15/5/19) di antaranya di kantor Bupati, Rumah dinas (Rumdis) dan Kantor Dinas PUPR, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (16/5/19) kembali melakukan penggeledahan di rumah Along, salah seorang kontraktor di Kota Duri, Kecamatan Mandau sekitar pukul 13.00 WIB.
   
Meski hanya berlangsung setengah jam, namun tim lembaga anti rasuah itu hanya mampu membawa dua kopor berkas dari dalam rumah 
toko (Ruko) tersebut. 
   
Dengan pengawalan sejumlah polisi bersenjata laras panjang, aksi KPK mencari barang bukti TPK itu cukup mencuri perhatian masyarakat sekitar maupun kendaraan yang kebetulan melintas.
   
Sementara itu, KPK secara resmi telah mengeluarkan pernyataan terkait penggeledahan di Kabupaten Bengkalis itu.
   
Saat ini KPK sedang melakukan pengembangan perkara dugaan TPK proyek peningkatan Jalan Batu Panjang - Pangkalan Nyirih di Bengkalis. Informasi lebih lengkap tentang Penyidikan baru ini akan disampaikan sore ini melalui Konferensi Pers di KPK.
   
Demikian isi pernyataan yang dikeluarkan oleh Juru Bicara KPK Febri Ardiansyah.(mad/Tim/rtc/net)
 
 
 
 
Editor: Iwan
Sumber: riauterkini
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAGIKAN:
KOMENTAR
heriweb