• Home
  • Peristiwa
  • Jaksa Sita Aset Bandar Narkoba 98 Kg Untuk Perkara TPPU

Jaksa Sita Aset Bandar Narkoba 98 Kg Untuk Perkara TPPU

Rabu, 27 November 2019 13:40:00
BAGIKAN:
rtc/net

BERKABAR.COM - Usai dijatuhi hukuman pidana penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Hari ini, Selasa (26/11/19), Jaksa penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung (Kejagung) beserta Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menyita aset terpidana narkoba yaitu, Syamsuddin (49). Aset itu berupa rumah dan kendaraan.

Kendati putusan hukuman Syamsudin belum inkrah. Mengingat jaksa penuntut Kejari Pekanbaru masih melakukan upaya kasasi. Karena tuntutan hukuman mati terhadap Syamsudin, menjadi hukuman penjara seumur hidup oleh pihak pengadilan. Namun, perkara tindak pidana narkoba Syamsudin berlanjut ke tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Penyitaan dari pihak kejaksaan terhadap aset aset milik Syamsudin dilakukan bersama penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

"Tim dari Kejagung dan penyidik BNN bersama tim dari Kejari Pekanbaru melakukan pra Tahap II. Menyita sejumlah aset milik tersangka atas nama Syamsuddin untuk perkara TPPU," ucap Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Pekanbaru, Robi Harianto SH kepada riauterkini.com

Dikatakan Robi, Aset aset milik Syamsudin yang disita yaitu berupa dua unit rumah yang terletak di Komplek Perumahan Indah Megah, Panam, Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan dan Komplek Mutiara Arovi, Simpang Baru, Kecamatan Tampan. Selain itu juga disita tiga unit roda empat, yakni Toyota Yaris, Toyota Celica dan Honda CRV, dua unit sepeda motor, yakni Yamaha RX-King dan Bennelli matic. Kemudian, 6 unit sepeda motor mainan anak-anak," kata Robi.

Sebelumnya, jaksa penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung RI. Karena menilai hukuman penjara seumur hidup yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN)) Pekanbaru dan dikuatkan pihak Pengadilan Tinggi Pekanbaru masih terlalu ringan.

Jaksa berharap hukuman terhadap Syamsudin, bandar narkoba 98 kilogram yang ditangkap Tim Direktorat Penindakan dan Pengejaran Badan Narkotika Nasional (BNN) itu, sesuai dengan tuntutan mereka yaitu pidana mati.

Syamsudin sang bandar narkoba ditangkap Tim Direktorat Penindakan dan Pengejaran Badan Narkotika Nasional (BNN) didepan sebuah ruko di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan, pada tanggal 18 November 2018 lalu itu. Merupakan target pengejaran pihak BNN, setelah dinyatakan buron (DPO) selama 2 tahun.

Dua rekan terdakwa yaitu, Edo Ronaldi dan Idrizal Efendi (telah divonis) mengakui jika pada tanggal 4 Agustus 2016 lalu mereka bertiga disuruh Iwan (DPO) menjemput narkoba jenis sabu sabu seberat 73,6 Kg dan pil ekstasi sebanyak 88 ribu butir seberat 24,3 Kg disebuah pelabuhan tikus di Batu Kundur, Karimun, Kepri.


Sumber: riauterkini
Editor: Iwan

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Kapolda Riau Grebek Rumah yang Jadi Pabrik Pil Ekstasi di Bukit Raya

    BERKABAR.COM - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggerebek sebuah rumah yang dijadikan tempat pembuatan narkoba jenis pil

  • Polresta Pekanbaru Ringkus Mahasiswa Kurir 1 Kg Sabu dan 12 Ribu Ekstasi

    BERKABAR.COM - MAR alias Rizki (22) terpaksa harus mengubur mimpinya untuk meneruskan kuliahnya demi mendapatkan gelar sarjana d

  • 2017, PN Rohil Tangani 658 Perkara, Narkotika Paling Tinggi

    Berkabar.com - Selama 2017 ini sebanyak 658 perkara yang ditangani Pengadilan Negeri Rohil. Dari jumlah tersebut  berkas
  • Pemilik 2 Paket Sabu Ditangkap Saat Narkoba Rohil

    Berkabar.com - Tim Sat Narkoba Polres Rohil telah berhasil menangkap pelaku penyalah

  • KOMENTAR
    heriweb