BERKABAR.COM - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menghadapi momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Hal ini disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau yang digelar di Pekanbaru, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ir H SF Hariyanto dan dihadiri oleh jajaran kepala daerah se-Provinsi Riau, Forkopimda, serta instansi vertikal terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Rokan Hilir diwakili oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Rohil, M Fauzi SIP MSi MH.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, inflasi Riau pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,32 persen (mtm). Secara tahunan (yoy), inflasi berada di angka 5,30 persen.
Kenaikan ini dipicu oleh fluktuasi harga emas global serta kenaikan harga pangan seperti cabai merah, tomat, dan daging ayam ras.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, juga menyoroti pengaruh faktor eksternal seperti penyesuaian harga BBM non-subsidi dan kebijakan tarif listrik yang memengaruhi perbandingan inflasi tahunan.
Menanggapi dinamika tersebut, Kepala Disperindagsar Rohil, M. Fauzi, menyatakan bahwa Pemkab Rohil telah menyiapkan langkah-langkah konkret sesuai arahan Pemerintah Pusat dan Provinsi.
“Kami di Kabupaten Rokan Hilir akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala serta memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar. Ini krusial agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa terkendala keterjangkauan harga,” ujar Fauzi.
Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi di lapangan menunjukkan tren yang positif.
"Secara umum, stok bahan pokok di Rohil mencukupi dan pasokan dari distributor berjalan lancar. Tidak ditemukan adanya kelangkaan di pasar-pasar," tegasnya.
Selain pengawasan pasar, Pemkab Rohil melalui TPID akan terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia, BPS, dan pelaku usaha untuk memitigasi lonjakan permintaan saat Ramadan.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Kabag Perekonomian Setda Rohil Raja Doni serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotiks) Rohil beserta jajaran terkait. Dengan langkah proaktif ini, diharapkan stabilitas pangan di Negeri Seribu Kubah tetap terjaga, sehingga daya beli masyarakat tetap kuat di tengah tantangan inflasi nasional.(rlsdiskominfotiksrohil)
Penulis: Redaksi
Editor: Ekas