Inhu

Di Inhu, 2 Terduga Pengedar Jadikan Posyandu Tempat Transaksi

Redaksi Redaksi
Di Inhu, 2 Terduga Pengedar Jadikan Posyandu Tempat Transaksi

BERKABAR.COM - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Inhu, Provinsi
Riau berhasil membongkar peredaran gelap Narkoba. Dua orang turut diamankan bersama barang bukti Sabu siap edar. Parahnya, mereka
menjadikan Posyandu sebagai tempat transaksi barang haram itu.
  Dua pria berinisial RT dan DD dibuat tak berkutik saat aparat
Reserse Narkoba Polres Inhu menggerebek tempat transaksi mereka,
disebuah Posyandu daerah Belilas. Pengungkapan kasus tersebut
bermula setelah polisi mendapat informasi, kalau RT dan DD hendak
berjual-beli Narkotika.
  Informasi dari kepolisian, penangkapan ini digelar pada Selasa
(17/10) siang kemarin. Saat itu RT dan DD tengah berada di Po
syandu tersebut. Melihat aparat datang, keduanya langsung gelaga
pan dan panik. Tanpa buang waktu, kepolisian langsung menggeledah
tempat tersebut.
  Hasilnya tak main-main, tujuh bungkus paket kecil Sabu ditemu
kan, serta dua bungkus paket ukuran sedang. Petugas juga menyita
uang tunai Rp750 ribu dalam bentuk pecahan Rp50 ribu, 20 ribu, 10
ribu serta 5 ribu. kemudian didapati pemantik api, handphone
hingga alat Isap Sabu (Bong, red).
  Menurut hitungan kotor, Sabu-sabu yang diamankan ini seberat
2,51 gram. Untuk paket kecil, pengedar tersebut membanderolnya
senilai Rp100 ribu, sedangkan ukuran sedang dijual seharga Rp600
ribu. Semua barang bukti ini termasuk kedua orang tersebut lang
sung diamankan.
  "Keduanya sudah kita amankan ke Polres Inhu, bersama barang
bukti Narkoba yang ditemukan saat penggeledahan, yang turut
didampingi pihak RT setempat," ungkap Kapolres Inhu AKBP Arif
Bastari, Rabu (18/10) pagi.
  Adapun RT dan DD ini, tercatat sebagai warga Belilas, Kelurahan
Pangkalan Kasai Kabupaten Inhu. Atas perbuatannya, mereka teran
cam mendekam cukup lama di penjara. Polisi tidak menjelaskan,
sudah berapa lama keduanya menjalankan bisnis haram itu.
Sumber: goriau

Penulis: Redaksi