Kelompok Tani Sri Lestari Dumai

Manfaatkan Lahan Gambut Jadi Kebun Cabai

Rabu, 05 Juli 2017 16:41:00
BAGIKAN:

Berkabar.com - Kelompok Tani Sri Lestari di Kelurahan Tanjung Penyebab, Kecamatan Sungai Sembilan, memanfaatkan lahan gambut dijadikan kebun cabai. Prosesi penanaman bibit cabai sendiri dilakukan dengan syukuran dengan mengundang Pemerintah Kota Dumai, Kodim 0320 Dumai dan Polres Dumai, Rabu (5/7/17).

Tani Sri Lestari Kelurahan Tanjung Penyembal memanfaatkan lahan gambut untuk tanaman cabai. Mengingat lahan untuk tanaman cabai sangat minim di Kelurahan Tanjung Penyembal ini.

"Pemko Dumai sangat mengapresiasi usaha masyarakat dalam pertanian. Pemerintah siap membantu masyarakat petani untuk manfaatkan lahan gambut ini untuk tanaman cabai. Usaha ini sejalan dengan mewujudkan visi misi Walikota dan Wakil Walikota Dumai makmur dan madani," ucap Hadiyono.

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama bersinergi memanfaatkan lahan yang belum terkelola menjadi lahan produktif. Dengan demikian, petani bisa memanfaatkan lahan kosong untuk bercocok tanam menghasilkan tanaman berdaya jual tinggi dengan tujuan kesejahteraan masyarakat.

"Kedepannya mari bekerjasama memanfaatkan lahan untuk pertanian. Kita dari pemerintah juga akan berusaha mengusulkan anggaran melalui APBD hingga APBN dengan cara jemput bola. Semua itu kita lakukan bersama dengan tujuan menjadikan Kota Dumai swasembada pangan," ungkapnya dihadapkan kelompok tani Sri Lestari Tanjung Penyembal.

Sementara Kasdim 0320 Dumai, Mayor Sudiyono mengatakan sesuai apa yang disampaikan Pangli TNI yaitu petanilah yang menjadi pahlawan bangsa saat ini. Karena petani sangat berperan untuk mewujudkan swasembada pangan bagi bangsa.

"Swasembada pangan ini harus kita wujudkan secara bersama-sama. Kami bisa memberikan dorongan dan semangat kepada para petani. Maka dari langkah petani Sri Lestari memanfaatkan lahan kosong menjadi produktif perlu mendapat dukungan dan perhatian serius baik tingkat Pemerintah, TNI dan Polri," jelas Sudiyono saat memberikan sambutan.

Dia juga berpesan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran ketika hendak memanfaatkan lahan kosong untuk produktif digunakan sebagai kawasan pertanian. Sebab, sesuai aturan berlaku tidak dibenarkan membaka lahan dengan cara membakar. Apalagi hukuman penjara bagi pelakunya cukup tinggi.

"Karlahut mungkin kita bisa hindari jika kondisi lahan dimanfaatkan seperti ini. Tidak dilakukan pembakaran secara sembarangan. Apalagi saat ini kelompok tani antara Sungai Sembilan dan Bukit Kapur tengah bersaing manfaatkan lahan kosong untuk pertanian. Jadi perlu kita dukung secara bersama-sama," ucapnya.

Sebagai data pendukung, Kelompok Tani Sri Lestari Tanjung Penyembal diketuai Jumirin dengan jumlah anggota mencapai 43 kepala keluarga. Sedangkan jumlah lahan yang dijadikan kawasan pertanian oleh kelompok tani Sri Lestari mencapai 35 hakter dengan berbagai jenis tanaman pertanian.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perkebunan Kota Dumai bersama jajarannya, Kasatbinmas Polres Dumai, Kasdim 0320 Dumai, Kapolsek Sungai Sembilan, dan sejumlah perangkat pemerintahan baik tingkat Kecamatan Sungai Sembilan.

Penulis: Deka Handani

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Cegah Munculnya Kebakaran di Lahan Gambut, BNPB Siagakan Helikopter Water Boombing

    Berkabar.com - Untuk mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Meranti, Badan Nasional Pena

  • KOMENTAR