• Home
  • Ekonomi
  • Harga Avtur di Indonesia Lebih Mahal Dibanding Malaysia dan Singapura

Harga Avtur di Indonesia Lebih Mahal Dibanding Malaysia dan Singapura

Jumat, 05 Juli 2019 14:22:00
BAGIKAN:
Berkabar.com - Direktur Utama AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan mengakui harga avtur di Indonesia jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura. Hal ini kemudian membuat harga tiket pesawat di Indonesia lebih tinggi dibanding dengan negara lain.
 
Avtur sendiri menyumbang biaya operasional maskapai sebesar 40 persen. Dia pun berharap pemerintah mampu mencari solusi agar harga avtur setara dengan negara tetangga.
 
"Ya saya rasa yang kita harapkan satu dari pemerintah satu dari sisi harga avtur. Ini bukan hoax, tapi memang harga avtur kita lebih mahal dibandingkan Singapura dan Malaysia," ujarnya di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (4/7).
 
Dendy mengatakan, tidak hanya harga avtur Indonesia dengan negara lain yang berbeda. Di dalam negeri sendiri pun terdapat perbedaan harga avtur, seperti Jakarta dan Bali.
 
"Harga di Denpasar pun bisa lebih mahal dibandingkan Jakarta 15 sampai 20 persen. Ini sesuatu yang harus dipikirkan. Kita mengerti ada distribusi cost yang harus dikeluarkan Pertamina tapi kalau begini terus bisa jadi beban buat kita. Itu kan 40 persen terhadap total cost maskapai jadi sangat signifikan," paparnya.
 
Sejauh ini untuk tetap dapat menyediakan tiket murah bagi masyarakat pihaknya menyiasati dengan melakukan pengisian avtur penuh di Malaysia atau Singapura. "Jadi kadang-kadang tank kering itu maksudnya diterbangkan ke Malaysia atau Singapura, isinya lebih banyak daripada di Indonesia," jelasnya.
 
Selain avtur, AirAsia juga mengeluhkan mengenai perpajakan maskapai, harga sparepart atau komponen pesawat serta sewa penginapan pesawat. "Kedua kalau dari segi perpajakan, sparepart dan sewa. Kalau ada insentif akan lebih bagus buat kita," tandasnya.
 
 
[Merdeka]
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • AirAsia Klaim Sudah Jual Tiket 38 Persen di Bawah Tarif Batas Atas

    Berkabar.com - AirAsia Indonesia menyatakan sudah menjual tiket 38 persen di bawah tarif batas atas (TBA) untuk penerbangan domestik.
     
  • CEO AirAsia: Pemerintah Indonesia Jangan Terlalu Mengatur Harga Tiket Pesawat

    Berkabar.com - CEO AirAsia, Tony Fernandes meminta pemerintah tidak banyak mengatur maskapai terkait kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi dalam bebera
  • KOMENTAR
    heriweb