• Home
  • Ekonomi
  • CEO AirAsia: Pemerintah Indonesia Jangan Terlalu Mengatur Harga Tiket Pesawat

CEO AirAsia: Pemerintah Indonesia Jangan Terlalu Mengatur Harga Tiket Pesawat

Jumat, 05 Juli 2019 14:20:00
BAGIKAN:
CEO AirAsia Tony Fernandes.
Berkabar.com - CEO AirAsia, Tony Fernandes meminta pemerintah tidak banyak mengatur maskapai terkait kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
 
Menurutnya, keterlibatan pemerintah dalam membuat aturan justru akan mematikan bisnis maskapai penerbangan.
 
"Untuk pemerintah Republik Indonesia, saran saya jangan terlalu mengatur. Regulasi itu bisa mematikan bisnis," ujar Tony saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (4/7).
 
Tony melanjutkan, persaingan maskapai termasuk mengenai penerapan harga tiket seharusnya menjadi strategi bisnis. Masyarakat sebagai konsumen kemudian, bebas memilih pesawat mana yang akan digunakan. Dengan demikian, persaingan sehat pun akan tercipta.
 
"Biarkanlah pasar menentukan, biarkan customer yang memutuskan sesuatu terjangkau atau tidak untuk mereka. Toh, kalau industri yang sekarang tidak cukup baik, orang lain akan datang untuk bersaing menawarkan hal yang lebih menarik," jelasnya.
 
Dia pun menambahkan, ada baiknya pemerintah saat ini cukup memfasilitasi maskapai penerbangan agar lebih mudah menjalankan bisnisnya. "Menurut saya pemerintah cukup memfasilitasi para pelaku bisnis, bukan mengatur," tandasnya. 
 
[Merdeka]
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • AirAsia Klaim Sudah Jual Tiket 38 Persen di Bawah Tarif Batas Atas

    Berkabar.com - AirAsia Indonesia menyatakan sudah menjual tiket 38 persen di bawah tarif batas atas (TBA) untuk penerbangan domestik.
     
  • Harga Avtur di Indonesia Lebih Mahal Dibanding Malaysia dan Singapura

    Berkabar.com - Direktur Utama AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan mengakui harga avtur di Indonesia jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan Malaysia dan S
  • KOMENTAR