Dumai -
Dumai

Tiga Terdakwa Penebangan Kayu Ilegal Ajukan Eksepsi Minta Dibebaskan

Redaksi Redaksi
Tiga Terdakwa Penebangan Kayu Ilegal Ajukan Eksepsi Minta Dibebaskan

Ilustrasi

Berkabar.com- Melalui penasehat hukum negara dari yayasan Lembaga Bantuan Hukum (Ananda), tiga terdakwa Penebangan kayu tanpa dilengkapi dokumen yakni PA, MA dan KN resmi mengajukan eksepsi.

Dalam eksepsi yang disampaikan penasehat hukum negara Novita Husni SH berkesimpulan bahwa surat dakwaan cacat hukum atau batal demi hukum berdasarkan penyidikan yang melanggar ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Untuk itu surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini haruslah dibatalkan demi hukum.

Disebutkan juga bahwa surat dakwaan tidak diurai secara cermat, jelas dan lengkap sebagaimana ditentukan oleh pasal 134 ayat (2) hurup b dan ayat (3) KUHAP karena isinya menjadi kabur dan meragukan sehingga karenanya batal demi hukum.

Berdasarkan berbagai fakta yang diungkap sebagai penasehat hukum terdakwa PA, MA dan KN menyimpulkan bahwa nota pembelaan (Eksepsi) penasehat hukum adalah permohonan berdasarkan fakta dan kebenaran.

"Kami sebagai penasehat hukum terdakwa mohon kepada majelis hakim mengambil keputusan sebagai berikut," kata Novita Husni.

1. menerima nota keberatan penasehat hukum terdakwa.
2. Menyatakan surat dakwaan penuntut umum dinyatakan batal demi hukum.
3. Menyatakan perkara Aquo tidak diperiksa kembali.
4. Memulihkan harkat dan martabat nama baik terdakwa.
5. Membebankan biaya perkara kepada negara.

Sidang perkara penebangan kayu secara ilegal dalam agenda pembacaan eksepsi terdakwa oleh penasehat hukum negara, berlangsung Senin (19/10/2020) di Pengadilan Negeri Klas 1 A Dumai.

Penulis: Redaksi

Editor: Chandra saputra