Dumai

Paisal Tegaskan Kesiapan Dumai Dukung Implementasi JREDD+ Melalui Inisiatif Green for Riau

Redaksi Redaksi
Paisal Tegaskan Kesiapan Dumai Dukung Implementasi JREDD+ Melalui Inisiatif Green for Riau
ist/diskominfotiksandumai

BERKABAR.COM - Sinergi menjaga kelestarian lingkungan menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Dumai dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan komitmen global.

Wali Kota Dumai, H. Paisal didampingi Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, menghadiri agenda strategis Lokakarya & Dialog Multipihak Green for Riau Initiative (G4RI) terkait Rencana Aksi Mitigasi, Safeguards, dan Aktor Kunci di Ballroom Hotel Pangeran, Pekanbaru, Kamis (29/1/2026).

Sebagai informasi, Green for Riau atau Growing Resilience through Reduction Emission, Community Empowerment and Ecosystem Restoration for Nurturing Future merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat kesiapan Provinsi Riau dalam mengimplementasikan REDD+ berbasis yurisdiksi (JREDD+) yang berintegritas.

Inisiatif ini telah diluncurkan sejak Mei 2025 lalu dan kini memasuki fase lanjutan dengan kerangka kerja yang semakin matang hasil dari proses pembelajaran yang telah berjalan.

Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan implementasi untuk mengintegrasikan serta menyelaraskan proses teknis kunci yang mendukung kesiapan JREDD+ di seluruh wilayah Provinsi Riau, termasuk Kota Dumai.

Dalam keterangannya usai mengikuti jalannya acara, Wali Kota Dumai H. Paisal menegaskan bahwa Pemerintah Kota Dumai siap mengambil peran aktif dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif hijau ini.

"Pemerintah Kota Dumai berkomitmen penuh menyelaraskan program pembangunan daerah dengan target mitigasi perubahan iklim. Melalui kerangka Green for Riau, kita ingin memastikan bahwa setiap langkah industrialisasi di Dumai tetap berjalan beriringan dengan perlindungan ekosistem, terutama kawasan gambut dan mangrove," ujar H. Paisal.

Ia juga menambahkan bahwa integrasi teknis ini sangat krusial bagi keberhasilan program di lapangan.

"Kita tidak bisa berjalan sendiri. Dialog hari ini menjadi momentum penting untuk mensinkronkan langkah para aktor kunci agar rencana aksi JREDD+ yang kita susun benar-benar implementatif, berintegritas, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta lingkungan di masa depan," tambahnya.

Sebelum membuka acara secara resmi, Plt. Gubernur Riau, SF Hariyanto dalam sambutannya menjelaskan bahwa Provinsi Riau memiliki peran sangat penting dalam agenda mitigasi perubahan iklim daerah, khususnya pada sektor berbasis lahan yang menyumbang lebih dari 80 persen emisi gas rumah kaca di Riau.

"Pada periode 5 tahun terakhir, Riau telah mencatat penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 13 persen. Secara nasional, Riau juga ditargetkan memberi kontribusi pencapaian FOLU Net Sink 2030, serta penurunan intensitas emisi gas rumah kaca dalam jangka panjang mendekati 90 persen pada 2045," ungkap SF Hariyanto.

Ia menambahkan bahwa lokakarya ini dirancang untuk menyelaraskan kebijakan dan kolaborasi multipihak agar melahirkan ide-ide cemerlang.

"Green for Riau kami posisikan sebagai platform implementatif untuk memperkuat kesiapan REDD+ berbasis yurisdiksi. Fokusnya jelas, yaitu penguatan aksi mitigasi sektor lahan dan penerapan yang melibatkan pemangku kepentingan termasuk masyarakat adat," pungkasnya.

Acara ini juga dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, kepala daerah kabupaten/kota, akademisi, serta organisasi mitra pembangunan internasional.

Hadir membersamai Wako H Paisal dan Wawako Sugiyarto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Dumai Drs H Budhi Hasnul MSi.(rlsdiskominfotiksandumai)

Penulis: Redaksi

Editor: Iwan