Dumai -
Dumai

HCL 32 Persen yang Tumpah di Purnama Membahayakan Masyarakat?

Redaksi Redaksi
HCL 32 Persen yang Tumpah di Purnama Membahayakan Masyarakat?

ist

BERKABAR.COM - Kejadian truk bermuatan cairan kimia berbahaya HCL konsentrasi tinggi 32 persen yang bocor di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Purnama kecamatan Dumai Barat pada 19 Oktober 2022 lalu ternyata, jika proses penanganan atau pembersihan HCL yang berserakan di jalan tersebut tidak sesuai prosedur penanganan limbah maka resikonya sangat besar pada masyarakat sekitar.


HCL tersebut diketahui diangkut truk tangki nomor polisi B9501AU milik PT Gema Putra Buana, yang dikemudikan Beni dengan tujuan PT Sari Dumai Oleo (SDO) Lubuk Gaung.


Dikutif dari dumaiposnews.com Sesuai surat jalan, truk tangki tersebut bermuatan HCL 32 persen sebanyak 15.080 Kg. Lokasi kejadian diduga tercemar akibat tumpahan HCL 32 persen yang masuk dalam kategori limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
Selain masuk kategori B3, HCL yang tumpah ternyata dapat menimbulkan kerusakan yang akan mempengaruhi makhluk hidup secara keseluruhan. Khususnya berbahaya bagi kesehatan manusia yang menghirup udara yang sudah terkontaminasi HCL.


Untuk itu, tumpahan HCL di ruang publik perlu penanganan khusus dan dilakukan oleh tenaga khusus.


Seperti yang diungkapkan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Sumatera, Arief Hilman Arda.


“Ada banyak hal yang berbahaya terjadi jika manusia terpapar kabut asap ini (HCL). Manusia dapat mengalami kerusakan organ pernapasan, kerusakan mata, kerusakan organ kulit dan usus. Semua hal yang dirusak adalah organ vital manusia,” katanya, Selasa (8/11).


Dampak langsung dari terkena HCL ini adalah jika kulitterkena cairan HCL, maka akan menyebabkan luka bakar dan dapat menyebabkan iritasi pada mata.


“Kerusakan air dan tanah otomatis terjadi jika klorin digunakan dalam jumlah banyak. Kerusakan yang akan mempengaruhi makhluk hidup secara keseluruhan,” terangnya.


Lanjutnya, BPPHLHK Wilayah Sumatera sudah memberikan rekomendasi kepada PT Gema Putra Buana untuk melakukan pembersihan area terkontaminasi bahan kimia akibat tumpahan bahan kimia tersebut.


“Tanah tercemar harus diangkut dan lubang yang tercipta harus ditimbun dengan tanah yang tidak terkontaminasi,” tegas Arief.


Selain itu, PT Gema Putra Buana diminta menyurati dan berkonsultasi langsung ke Direktorat Pemulihan Lahan Terkontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 dan Non B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk metode pemulihan lingkungan yang sesuai dengan kaidah/metode pemulihan yang benar secara keilmuan.


“Nanti akan kita lakukan pengecekan di lokasi tumpahnya HCL untuk memastikan lahan tersebut sudah bersih dan pulih,” sebutnya.


“Yang akan melakukan pengecekan adalah direktorat pemulihan lahan terkontaminasi dan tanggap darurat limbah B3 dan non B3 KLHK,” pungkasnya.


Penulis: Redaksi

Editor: iwan