Dumai -
Dumai

Dinilai Pengajuan Kredit Berbelit, Kacab BRK Dumai: "Mereka Tidak Sabaran"

Redaksi Redaksi
Dinilai Pengajuan Kredit Berbelit, Kacab BRK Dumai: "Mereka Tidak Sabaran"
net

berkabar.com - Kepala Cabang Bank Riau Kepri (BRK) Dumai, Bobby Ferdian menegaskan pihaknya tidak ada menolak pengajuan kredit seperti yang disampaikan Hendri.

"Sebenarnya tidak ada nama Hendri dalam pengajuan kredit ke kita (BRK). Yang ada itu perusahaan yang dibawakan Rico," tegas Bobby Ferdian.

Bahkan, tambah Bobby, pengajuan peminjaman kredit yang bersangkutan tidak ditolak. Masih dalam proses dan persetujuan pusat.

"Mereka tidak sabaran. Pengajuan kredit masih dalam proses dan menunggu persetujuan kantor Bank Riau Kepri pusat," terangnya.

Memang, lanjutnya, sejak Covid 19 ini pengajuan agak terhambat.

"Karena kita tidak bisa kemana-mana sejak Covid ini. Repotnya pengajuan untuk pekerjaan pengadaan perlu ada survey barang. Kalo barangnya ada di Pekanbaru tak masalah. Kalo di pulau Jawa tentu kita harus kesana. Sementara, kita tidak boleh kemana-kemana sejak Covid ini," jelas Bobby ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (28/07/20).

Diinformasikan sebelumnya, bahwa Ketua Gabungan Kontraktor Indonesia (Gakindo) Kota Dumai, Hendri Chaniago, meminta dewan direksi Bank Riau Kepri Pusat untuk mencopot jabatan Bobby Ferdian sebagai Kepala Cabang Bank Riau Kepri Cabang Dumai dan Imam Mastur sebagai Kepala Kredit.

Karena, sebut Hendri, sejak Bank Riau Kepri Cabang Dumai dipimpin Bobby Ferdian, pelayanannya kurang memuaskan dan dinilai tak layak jadi kepala cabang.

"Kami merasa Bobby Ferdian tidak layak untuk menjabat kepala cabang sebuah bank. Begitu juga dengan Kepala Kredit Bank Riau Kepri, Imam. Sejak kehadiran keduanya di Kota Dumai ini, semua pelayanan menurun. Terutama dibagian kredit," sebut Hendri.

Sebagai nasabah Bank Riau Kepri yang setia, lanjutnya, perlu ada perubahan di Bank Riau Kepri Cabang Dumai. Untuk itu dia meminta dewan direksi untuk memindahkan Bobby secepat mungkin sebagai Kacab Dumai.

"Proses kredit selalu dipersulit, sebelumnya proses seminggu sekarang 3 minggu belum juga selesai. Tak hanya itu, semenjak dipimpin Bobby dan Imam Mastur pinjaman nasabah Bank Riau Kepri agak berbelit-belit dan sangat menyusahkan nasabah," tegasnya.

"Bank Riau Kepri Cabang Dumai tidak membantu usaha menengah mikro. Untuk itu, kita dari Gakindo dan teman-teman akan melayangkan surat ke Dewan Direksi Bank Riau Kepri di Pusat dan akan ditembuskan ke Gubernur Riau, Walikota Dumai dan Ketua DPRD Provinsi. Supaya Kacab Bank Riau Kepri cepat dipindahkan dari Kota Dumai ini," tambahnya dengan tegas.

Menurut Hendri, dirinya adalah salah satu nasabah sejak 2007 dan pernah mengajukan peminjaman dengan pembayaran yang tak pernah macet.

Namun, sejak dipimpin Bobby pengajuannya ditolak dengan alasan covid dan putusan pusat. Padahal katanya, jaminan pengajuan peminjamannya rumah pribadinya. Disamping itu, tempat beli barang untuk pengerjaan prokyeknya jelas.

"Alasan Imam menolak pengajuan saya karena covid dan keputusan pusat. Setahu kami keputusan pusat itu peminjaman diatas milyaran baru pusat. Dan memang alasannya covid kenapa ada yang peminjaman ada yang jebol. Harusnya kan tidak?" utarnya.

Masih kata Hendri, uang APBD Kota Dumai itu adanya di Bank Riau Kepri, makanya sebagai rekanan pemko pihaknya ingin meminjamkan di sana.

"Akhirnya saya pindah bank dan disetujui dan sudah cair. Tapi sebagai orang Riau tentu lebih bagusnya kita meminjam di Bank Riau Kepri. Karena bank tersebut milik Pemerintahan Riau. Keuntungannya juga dinikmati orang Riau. Karena itu, kita melayangkan surat ke Dewan Direksi untuk mencopot jabatan Kacab Bank Riau Kepri," tegasnya sekali lagi.

Penulis: Redaksi

Editor: Iwan


Tag:BRKBank Riau Kepri