• Home
  • Dumai
  • Pasca Pemberitaan Proyek PGN, Wartawan Dumai Dipaksa Ungkap Narasumber

Pasca Pemberitaan Proyek PGN, Wartawan Dumai Dipaksa Ungkap Narasumber

Selasa, 28 Februari 2017 15:33:00
BAGIKAN:

Berkabar.com - Ketua Komisi III DPRD Dumai, Hasrizal diduga melakukan ancaman verbal terhadap seorang jurnalis di Kota Dumai. Pasca menulis berita terkait sejumlah Anggota DPRD Dumai, yang melakukan pertemuan tertutup dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) pada Rabu malam lalu di sebuah hotel berbintang. Padahal sebelumnya para anggota dewan yang terhormat melakukan hearing dengan perusahaan itu di Kantor DPRD Dumai.

Jurnalis yang diintimidasi adalah Rahmad, Jurnalis Trajunews yang berbasis di Dumai. Sejumlah poin ancaman dituturkan oleh Politisi PAN lewat sambungan ponsel. Di antaranya memaksa Rahmad mengungkap narasumber, yang memberitahukan informasi perihal pertemuan tertutup itu. Padahal sebagai jurnalis, Rahmad berupaya melindungi narasumber.

Hal itu terkait dengan keselamatan narasumber tersebut. Ucapan Hasrizal juga diduga mengekang kebebasan pers dengan bersikap mendikte para jurnalis saat menulis berita tentang pertemuan pasca hearing di DPRD Dumai. Bahkan mempertanyakan berita berkedalaman yang ditulis Rahmad.

Sembari menyebut bahwa media daring hanya berisi berita sesuai pesanan. Sedangkan tulisan berkedalaman hanya dimuat di majalah atau media mingguan. "Saya tadi cuma konfirmasi saja, tapi malah dia berbicara dengan nada mengancam profesi saya sebagai jurnalis," ujar pria berkumis ini.

Menanggapi itu, Ketua Komisi III DPRD Dumai, Hasrizal mengatakan bahwa yang disampaikannya bukanlah ancaman. Namun ia pun mempersilahkan bila para jurnalis menganggap ucapan itu sebagai ancaman. Bahkan ia mempersilahkan  bila masalah ini dilaporkan langsung ke pihak berwajib.

"Saya sama sekali tidak mengancam. Saya cuma merasa pemberitaannya kurang pas," papar Hasrizal.

Terpisah, Ketua PWI Dumai, Kambali menyayangkan sikap anggota dewan tersebut. Apalagi masih banyak cara penyampaian terkait pemberitaan, sesuai kode etik jurnalistik. Baik itu bantahan, klarifikasi, ralat
atau lainnya.

Kemudian Kambali juga mengimbau agar narasumber bisa menanggapi dengan arif dan bijaksana. Terutama terkait pemberitaan yang sudah dimuat media massa. "Jadi bukan mengatur atau mengarahkan penulisan berita itu seharusnya seperti apa," tegas Pimpinan Redaksi Dumai Pos ini.

Seperti dibeirtakan sebelumnya, sejumlah legislator di DPRD Kota Dumai melakukan pertemuan tertutup di sebuah hotel berbintang Rabu pekan lalu. Pasca melakukan rapat dengar pendapat dan tinjau lokasi pemasangan pipa gas bumi. Para legislator tampak kaget dengan kehadiran media massa.

Mereka yang hadir di antaranya Gusri Effendi (Ketua DPRD Dumai/PDI Perjuangan), Hasrizal (Ketua Komisi III DPRD Dumai/PAN) dan Syahrial Amini (Ketua Komisi I DPRD Dumai/Partai Gerindra), Saiful Azhar (Anggota Komisi I DPRD Dumai/PBB), Hasan (Anggota Komisi II DPRD Dumai/PPP), Samuel Turnip (Anggota Komisi I DPRD Dumai/PDI Perjuangan) dan Syarifah (Anggota Komisi III DPRD Dumai/Partai Golkar). (rls)

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • OTK Bakar Kantor PGN Perwakilan Dumai

    Berkabar.com - Sekitar pukul 02.50 Wib, Orang Tak Dikenal (OTK) dengan sengaja membakar Kantor perwakilan PT Perusahaan Gas Nega

  • Rp8 Miliar Ganti Kerusakan Aset Akibat Galian Pipa Gas di Dumai

    Berkabar.com - Manager Perusahaan Gas Negara PGN (Persero) Tbk Area Pekanbaru Arif Nurachman mengatakan, untuk jaminan pelaksana

  • Aksi Demo Menuntut Persoalan Proyek PGN di Kantor DPRD Kota Dumai

    Berkabar.com - Aliansi Rakyat Dumai Bersatu melakukan aksi demo ke kantor DPRD Kota Dumai guna menuntut persoalan pemasangan pip

  • Mencuat Kabar Orang Dekat Walikota Dumai Ganjal Proyek Pipa PGN

    Berkabar.com - Mencuat kabar ada oknum orang dekat atau tim Walikota Dumai Zulkifli AS yang ikut memprotes terkait pemasangan pi

  • KOMENTAR