Dumai -
Dumai

Hiburan Malam Langgar Jam Operasional, Banyak Minol tak Berizin Beredar, Wako Dumai Geram

Redaksi Redaksi
 Hiburan Malam Langgar Jam Operasional, Banyak Minol tak Berizin Beredar, Wako Dumai Geram

Walikota Dumai, Paisal

BERKABAR.COM - Tempat hiburan malam di kota Dumai berulang kali ganti merek namun pemiliknya tetap satu orang.


Seperti yang terdapat di Jalan Sutan Hasanudin dan tempat-tempat lainya di Kota Dumai. Disebalik itu banyak pula pengusaha yang melanggar jam operasional tutup hingga jelang subuh hari dan ini sangat miris.


Dikutif dari dumaiposnews.com Walikota Dumai H Paisal ketika dikonfirmasi mengaku geram dengan para pengusaha hiburan Dumai yang selalu mencari keuntungan, sementara masyarakat yang berada disekitarnya dirugikan.


“Ia tak menyangkal masih ada tempat hiburan malam yang melanggar jam operasional, saya minta Satgas yang akan dibentuk memberi sanksi tegas atas pelanggaran tersebut,”tutur wako.


Begitu juga dengan judi tidak akan di tolerir lagi, baik yang beroperasi secara terang-terangan, maupun yang sembunyi-sembunyi yang mengatasnamakan Gelanggang permainan (Gelper) semua akan kita tutup dan jika terbukti izinnya akan kita cabut,” ungkapnya.


Berdasarkan peraturan Walikota no 49 tahun 2020 tentang penyelenggaraan pendaftaran usaha pariwisata di Kota Dumai sudah jelas jam operasionalnya dan bentuk izinya disebutkan.


Namun, masih banyak pelaku usaha hiburan malam yang melanggar dan seolah- olah peraturan daerah tersebut hanya himbauan semata.


Sementara itu untuk izin operasional hiburan malam Walikota Dumai menegaskan masih memakai perwako lama. Dimana bagi hiburan malam yang kedapatan melanggar jam operasional sesuai Perwako yang lama, yakni jam 20.00 WIB sampai dengan 01.00 WIB akan di berikan tindakan tegas berupa pencabutan izin.


“Jika kita temukan mereka melanggar perizinan yang diberikan maka kita akan keluarkan rekomendasi yang terintegrasi secara online ke sistem OSS BKPM, sehingga mereka tercatat telah melakukan pelanggaran terhadap izin yang diberikan,” jelasnya.


“Jika ada yang tak bisa dibina, maka kita akan menindak tegas,”tegas wako menambahkan.


Pantauan di lapangan kendati banyak tempat hiburan malam yang memiliki izin penjualan minumam beralkohol (minol), namun sejatinya banyak penjual minol tak sesuai. Artinya yang seharusnya hanya menjual bir namun dilapangan mereka menjual alkohol golongan B Alkohol 5-20 persen dan golongan C Alkohol 20-44 persen.

Penulis: Redaksi

Editor: iwan